#uangpalsu#beritalampung#persidangan

Palsukan Uang, Warga Tegineneng Divonis 30 Bulan Penjara

( kata)
Palsukan Uang, Warga Tegineneng Divonis 30 Bulan Penjara
Terdakwa pemalsuan uang saat menjalani sidang vonis di PN Kelas IA Tanjungkarang. Lampost.co/Ahmad Amri

Bandar Lampung (Lampost.co): Terdakwa Hendi Setio (36) warga Desa Trimulyo, Tegineneng, Kabupaten Pesawaran divonis 2,5 tahun atau 30 bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tangjungkarang, Bandar Lampung, Rabu, 26 Februari 2020, atas kasus pemalsuan uang untuk membayar utang.

Ketua Majelis Hakim Syamsudin dalam amar putusannya menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan penggandaan uang untuk membayar utang.

"Terhadap terdakwa dijatuhkan hukuman dua tahun enam bulan penjara, denda Rp100 juta subsider dua bulan penjara," kata Syamsudin.

Dia menjelaskan bahwa terdakwa terbukti melanggar Pasal 36 Ayat (1) jo Pasal 26 (1) UU RI Nomor 07 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

"Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengganggu stabilitas mata uang dan hal yang meringankan, terdakwa sopan dalam peridangan dan menyesali perbuatannya," ujarnya.

Putusan Majelis Hakim sama dengan tuntutan dari Jaksa Achmad Maulana yang menuntut terdakwa  Hendi Setio melanggar Pasal 36 Ayat (1) jo Pasal 26 (1) UU RI Nomor 07 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Terungkapnya kasus itu, terdakwa Hendi Setio, berawal pada Jumat, 11 Oktober 2019 dan pada Sabtu, 12 Oktober 2019 terdakwa harus membayar utang kepada saksi Asri sebesar Rp11 juta. Kemudian terdakwa berfikir untuk mencetak uang yang akan dipergunakan terdakwa untuk membayar utang kepada saksi Asri.

"Perbuatan terdakwa mencetak uang dengan cara mengcopy uang asli pecahan Rp100 ribu dan uang pecahan Rp50 ribu menggunakan printer sebanyak Rp11 juta, dengan rincian pecahan Rp100 ribu sebanyak 88 lembar dan pecahan Rp50 ribu 44 lembar," ujarnya.

Setelah saksi, Asri mengecek ternyata uang itu palsu. Atas hal itu saksi Asri melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar