Covid-19

Palsukan Surat Rapid Test di Lampung, Siap-siap Dibui

( kata)
Palsukan Surat Rapid Test di Lampung, Siap-siap Dibui
(Dok. pixabay.com)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Beberapa daerah menemukan adanya dugaan penggunaan surat rapid test atau rapid antigen palsu. Temuan tersebut ada di DKI Jakarta, Surabaya, Jawa Timur, hingga Pontianak, Kalimantan Barat. 

Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pengguna surat palsu atau sindikat pembuatnya bakal dijerat dengan pasal 263 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara. 

"Dijerat pemalsuan dokumen 263 KUHP. Mestinya dikeluarkan instansi pemerintah atau yang berhak, bisa dikenakan pasal pidana, tapi kita berkoordinasi lanjut dengan satgas percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," ujarnya, Senin, 28 Desember 2020. 

Saat ini, belum ditemukan adanya penggunaan surat rapid test palsu di Lampung. Namun Polda selalu berkoordinasi dengan Satgas Covid-19, khususnya yang ada di bandara, pelabuhan, hingga di rest area jalan tol yang sudah dijalankan Polda Lampung. Jangan sampai ada penyalahgunaan surat di tengah pandemi Covid-19 yang tujuannya untuk testing, tracing, dan treatment. 

"Jika ditemukan masyarakat alangkah baiknya diinformasikan ke aparat atau satgas agar tidak ada penggunaan surat palsu dan menularkan ke orang yang lain," kata Pandra. 

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar