#beritalampung#beritalamsel

Palas Fair 2022 Bawa Berkah Bagi Pedagang

( kata)
Palas Fair 2022 Bawa Berkah Bagi Pedagang
Salah satu pedagang kembang gula saat menjajakan dagangannya di Event Palas Fair 2022 di Lapangan Sepakbola Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Kamis 8 September 2022. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co): Pagelaran Palas Fair 2022 yang diselenggarakan di Lapangan Sepakbola Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, membawa berkah bagi sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab, para pedagang yang menjajakan dagangannya pada event itu mendapatkan keuntungan, meski tidak begitu besar.

Seperti yang diungkapkan Rohman, salah satu pedagang kembang gula. Dia mengaku telah menjajakan dagangannya sejak dua hari terakhir. Dalam sehari ia mampu meraup keuntungan berkisar Rp300-350 ribu.

"Alhamdulillah, walau enggak dapat banyak, ada lah keuntungan dari hasil jualan selama Palas Fair. Lumayan untuk menutupi modal dan bayar sewa lapak," kata dia, Kamis 8 September 2022.

Baca juga: Nenek 80 Tahun Ditemukan Meninggal dalam Siring

Menurutnya, event Palas Fair dinilai kurang lama penyelenggaraannya, yakni hanya dua hari. Jika pelaksanaannya lebih dari dua hari, maka keuntungan diprediksi akan lebih banyak.

"Waktunya pelaksanaannya hanya dua hari. Jadi, enggak banyak keuntungan kami. Kalau digelar sampai lima hari hingga tujuh hari, pasti banyak untungnya," kata dia.

Hal senada diungkapkan, Darsono, pedagang lainnya. Ia mengaku keuntungan yang ia dapatkan terlalu tipis dari berjualan dodol selama dua hari terakhir. Dalam seharinya hanya mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp300-400 ribu.

"Untung sih. Tapi, terlalu tipis kalau sudah dipotong pengeluaran. Disamping itu, minat warga di Palas Fair kurang terhadap dodol. Tapi, tetap saya syukuri," kata dia.

Diketahui, Palas Fair 2022 diselenggarakan selama dua hari, sejak tanggal 7-8 September 2022. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui promosi budaya dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kecamatan setempat.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar