#covid-19indonesia#ppkmdarurat

Epidemiolog Sarankan PPKM Darurat Diperpanjang

( kata)
Epidemiolog Sarankan PPKM Darurat Diperpanjang
Pengendara sepeda motor melintas di dekat mural bergambar perempuan menggunakan masker di Badung, Bali. Antara/Nyoman Hendra Wibowo


Jakarta (Lampost.co) -- Pakar epidemiolog dari Universitas Indonesia Iwan Ariawan menilai pemerintah harus memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. Pasalnya, perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

"Sebaiknya PPKM darurat diperpanjang karena efek dari pembatasan mobilitas seperti ini baru akan terlihat setelah dua minggu atau lebih," kata Iwan dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 13 Juli 2021.

Baca juga: PPKM Darurat, Bandar Lampung Diminta Kerja Keras

Iwan menyebut, terlebih lagi aturan tersebut baru dikeluarkan setelah ada peningkatan kasus yang cukup tinggi di Indonesia.

"Ini dibutuhkan waktu yang lebih lama dari dua minggu untuk melihat ada efek pada jumlah kasusnya. Idealnya mungkin bisa ditambahkan lagi dua minggu, kemudian dilakukan evaluasi kembali," beber Iwan.

Hal senada diungkapkan oleh Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman. Ia menambahkan, perpanjangan kebijakan PPKM darurat harus dibarengi dengan evaluasi dan perbaikan kualitas implementasinya di lapangan.

"Selama ini kan strategi kita hanya bagus di atas kertas dan buruk di implementasinya. Ini sayang banget," ungkap Dicky.

Evaluasi tersebut bukan hanya ditujukan kepada kegiatan masyarakat, tapi juga pada penanganan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam melaksanakan 3T.

"Seperti misalnya tracing, ini menjadi PR besar, saat ini kasus meningkat tapi sebenarnya yang dilaporkan bisa saja masih jauh dari kasus yang ada di lapangan. Bisa jadi 3 kali lipatnya," bebe Dicky.

"Karena itu perpanjangan harus dilakukan paling tidak sampai akhir Agustus," imbuhnya.

Selain itu, ia menilai sembari menekan laju mobilitas masyarakat, cakupan vaksinasi harus terus diperkuat. Ia mengakui bahwa saat ini memang sulit untuk terus meningkatkan cakupan vaksinasi, pasalnya SDM yang ada harus terbagi untuk menangani kasus covid-19 yang membludak.

"Kita memang gak bisa berharap terlalu banyak. Tapi dengan menjaga kontinuitas satu juta perhari itu patut diapresiasi. Ini harus tetap dilakukan dan utamanya harus lindungi nakes," pungkas Dicky.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun oleh Kemenkes pada Selasa, 13 Juli 2021, terdapat penambahan kasus konfirmasi positif harian di Indonesia mencapai 47.899, sehingga total menjadi 2.615.529 kasus. Selanjutya, kasus sembuh bertambah sebanyak 20.123 sehingga total menjadi 2.139.601 kasus. Adapun, kasus meninggal bertambah 864 kasus sehingga total menjadi 68.219.

Sementara itu, cakupan vaksinasi dosis 1 pada hari ini bertambah 546.416 sehingga total menjadi 36.914.607. Selanjutnya, vaksinasi dosis kedua bertambah sebanyak 154.530 sehingga total menjadi 15.190.998.

Winarko







Berita Terkait



Komentar