#MinyakCurah#KTP

Pakai KTP Bisa Beli Minyak Curah Rp13.500 Per Liter

( kata)
Pakai KTP Bisa Beli Minyak Curah Rp13.500 Per Liter
Ari Permana bersama karyawannya saat menuangkan minyak goreng curah dari mesin ke derigen pembeli. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Masyarakat saat ini dapat membeli minyak goreng curah seharga Rp13.500 per liter dengan membawa syarat fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Satu KTP bisa membeli maksimal 10 liter per harinya.

Ari Permadi, pemilik toko di Jalan H. Komarudin RT 17, Rajabasa Raya yang baru dibuka pekan lalu, ramai diserbu ibu-ibu karena menyediakan minyak goreng curah yang bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Kementerian Perindustrian RI.

"Kami melakukan pengajuan ke Bulog untuk buka lapak minyak goreng curah ini. Pengajuannya lengkap dengan legalitas usaha seperti KTP, NPWP, hingga NIB," kata Ari saat ditemui di Toko Muray yang letaknya tak jauh dari Kantor Kelurahan Rajabasa Raya, Senin, 27 Juni 2022.

Ari mengatakan saat pertama dibuka antusiasme masyarakat sangat tinggi. Bahkan Ia membuat mesin layaknya dispenser SPBU untuk mempercepat pengisian minyak ke derigen pembeli.

"Karena yang beli ramai jadi lebih cepat kalau dengan mesin itu, menghindari adanya penumpukan pembeli. Kami jual dibawah HET, per liter hanya Rp13.500 saja," ujarnya.

Baca JugaMinyak Goreng di Pasar Murah Bandar Lampung Dibanderol Rp15.600/900 Ml

Sementara itu bagi pembeli yang hendak mendapatkan minyak curah murah itu, diwajibkan untuk membawa fotokopi KTP. Hal itu diperlukan untuk menginput data sesuai peraturan Kementrian Perindustrian RI.

"Setiap malam kami input data NIK KTP ke SIMIRAH, tujuannya untuk menentukan kuota selanjutnya yang akan dikirim oleh Bulog. Untuk satu KTP kuotanya 10 liter," ujar Ari.

Ari berharap lapak minyak goreng curah yang Ia buka dapat membantu masyarakat yang saat ini masih sulit mendapatkan minyak goreng dengan harga HET.

Namun, Ia juga membutuhkan bantuan pemerintah untuk lebih gencar mensosialisasikan aturan mengenai pemakaian NIK dalam setiap pembelian minyak.

"Aturan PeduliLindungi belum kami terapkan, karena yang membeli kesini rata-rata ibu rumah tangga yang sudah tua dan jarang punya aplikasi itu. Untuk itu kami minta fotokopi KTP saja, semoga pemerintah lebih gencar sosialisasi tentang aturannya," kata Ari.

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar