#dolar#rupiah

Pagi Ini, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Sentuh Level Rp15 Ribu

( kata)
Pagi Ini, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Sentuh Level Rp15 Ribu
Ilustrasi. Dok. MI


Jakarta (Lampost.co) -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini terus tersungkur dan kembali menyentuh level Rp15 ribu per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 21 September 2022, nilai tukar rupiah terhadap USD berada di level Rp15.006 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 22,5 poin atau setara 0,15 persen dari posisi Rp14.983,5 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Adapun rentang gerak rupiah berada di kisaran Rp15.005 per USD hingga Rp15.019 per USD. Sementara year to date (ytd) return terpantau sebesar 5,21 persen.

Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada pada tren penurunan. Rupiah bertengger di posisi Rp15.000 per USD, melemah 30 poin atau 0,20 persen dari Rp14.970 per USD.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif. Namun mata uang Garuda pada penutupan perdagangan hari ini diperkirakan masih melemah.

"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.970 per USD hingga Rp15.020 per USD," kata dia.

Hal ini didorong oleh tetap kokohnya dolar AS, meski berada di bawah level tertinggi dalam dua dekade terakhir. Ini terjadi karena investor bersiap untuk menanti langkah Federal Reserve melanjutkan kampanye kenaikan suku bunga yang agresif untuk mengendalikan inflasi yang terlalu panas.

Imbal hasil Treasury AS dua tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan, naik setinggi 3,970 persen untuk pertama kalinya sejak November 2007. Imbal hasil 10-tahun mencapai tertinggi 3,518 persen, level yang tidak terlihat sejak April 2011.

Bank sentral secara luas juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin bps, meskipun para pedagang juga memperkirakan kemungkinan kenaikan mengejutkan sebesar 100 bps. Ekspektasi untuk kenaikan tajam oleh The Fed diperkuat setelah data pekan lalu menunjukkan inflasi AS mendekati level tertinggi 40 tahun pada Agustus.

Di sisi lain, Bank of Japan memutuskan kebijakan, dan secara luas diperkirakan akan mempertahankan pengaturan stimulus ultra-mudah tidak berubah. Mereka termasuk menyematkan imbal hasil 10-tahun mendekati nol.

"Sedangkan Bank of England akan memutuskan kebijakan pada hari Kamis. Investor terbagi atas apakah kenaikan 50 atau 75 basis poin sedang dalam perjalanan," kata Ibrahim.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar