#beritalampung#beritabandarlampung#hukum

Pagar Perumahan Dirusak dan Dijadikan Tempat Usaha, Belasan Warga Lapor Polisi

( kata)
Pagar Perumahan Dirusak dan Dijadikan Tempat Usaha, Belasan Warga Lapor Polisi
Dok/pelapor pagar yang dirusak dan dibuat tempat usaha.


Bandar Lampung (Lampost.co): Belasan warga Perumahan Pesona Indah Sejahtera di Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung melaporkan pelaku perusakan pagar perumahan setempat berinisial E, Kamis, 8 Desember 2022. Setelah membongkar pagar perumahan, pelaku menjadikannya tempat usaha konter dan loket kurir.

Koordinator pelapor, Sukardi mengatakan, setelah membongkar pagar perumahan terlapor membangun tempat usaha dengan alasan sudah mendapat izin dari pengembang atau developer perumahan.

"Dengan adanya pembongkaran itu, kemudian digunakan untuk fasilitas usaha, sehingga mengganggu warga perumahan apabila mau masuk ke komplek," katanya.

Baca juga: Mahasiswa Tuntut Pilrek Unila Tak Ditunggangi Ormas dan Politik

Usai dilakukan pembongkaran, Sukardi bersama warga lainnya melaporkan kepada ketua RT dan Lurah setempat, dengan harapan agar bisa menegur terlapor (E). Namun, tidak ada kelanjutannya. 

Karena tidak ada kelanjutannya, kata Sukardi, warga sepakat untuk melakukan musyawarah yang dihadiri juga oleh terlapor E yang dilaksanakan pada 21 September 2022.

"Dalam musyawarah itu membuat kesepakatan, bahwa terlapor bersedia mengganti atau membangun lagi pagar yang dirobohkan atau dirusak. Alih-alih diperbaiki ulang, malah terlapor semakin meluas ingin membuat tempat usaha," katanya.

Sehingga pihaknya sepakat melaporkan kejadian ini ke Mapolresta Bandar Lampung. Karena terlapor ternyata membangun tanpa persetujuan pihak pengembang perumahan.

"Pada hari inilah kami melaporkan E ke Polresta Bandar Lampung, dengan harapan E bisa mengerti dengan ketentuan hukum yang berlaku, sesuai dengan kesepakatan yang telah dilakukan pada saat 21 November," kata dia.

Warga lainnya, Roma Romanda, mengatakan barang bukti yang dilaporkan diantaranya surat keterangan dari pengembang terkait dengan fasilitas umum yang dirusak, foto, dan surat hasil musyawarah warga di kompleks tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan apabila memang si terlapor ini tidak ada etika baik tentu apa yang kita lakukan hari ini, kita akan dorong bahwa kepastian hukum akan berjalan lebih baik untuk semua masyarakat," katanya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar