#sidang#perampok#BPJS#beritalampung

Paceklik Jadi Alasan Kawanan Ini Merampok Kantor BPJS Kesehatan

( kata)
Paceklik Jadi Alasan Kawanan Ini Merampok Kantor BPJS Kesehatan
Ilustrasi sidang. (Dok.Lampost.co)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Lima terdakwa kasus perampokan kantor BPJS  Kesehatan Bandar Lampung yakni Hasmuni (39), Jhoni Iskandar (23), Pardamean Sirait (42), Rendra Wibowo (30), dan Andi Ahmad Suryadi (40) kembali menjalani sidang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (24/4/2018).
Hakim Anggota Pastra Joseph, dalam sidang, mempertanyakan alasan para terdakwa merampok. "Alasan kami merampok karena di kampung lagi paceklik, sementara kami butuh uang untuk mulai kembali bertani," kata salah satu terdakwa Sirait.
Hakim Pastra kemudian mempertanyakan dimana para terdakwa ditangkap pihak kepolisian, dan apakah ada niatan untuk merampok di tempat lain. "Jadi, habis merampok tadinya kami mau pulang kampung. Tapi di jalan berubah pikiran. Jadi pas mau kabur, dua orang ditangkap di dekat Bakauheni dan yang tiga di Tanjung Priok," kata dia. 
Hakim Ketua Mansur, dalam sidang, mempertanyakan kronologis kejadian dan di mana para terdakwa merencanakan perampokan tersebut.
Terdakwa Hasmuni (39) menceritakan sehari sebelum kejadian, empat pelaku berangkat dari Martapura menuju Bandar Lampung mengendarai kendaraan roda empat. Sementara dua orang melalui alat transportasi darat.
"Jadi, empat orang naik mobil Xenia, saya, Mustika, Sirait, dan Wibowo. Kalau yang naik bus itu Rendra dan Joni. Yang naik Xenia duluan, terus baru yang naik bus sampai Bandar Lampung. Yang bawa mobil menginap di hotel, dan yang naik bus sampai Bandar Lampung jam delapan pagi," kata Hasmuni.
Dia mengatakan semua rencana dibicarakan di salah satu warung di Martapura tiga hari sebelum menuju Bandar Lampung. Sesudahnya semua dikomunikasikan melalui alat komunikasi. Ketika sudah menentukan bahwa kantor BPJS akan dirampok, mereka membeli alat penutup wajah di daerah Panjang.
"Tiga hari sebelumnya sudah kami rencanakan di warung, di daerah Martapura. Sampai di Bandar Lampung kami tentukan kantor BPJS sebagai sasaran," kata dia.
Dari dalam kantor, kata dia, para pelaku mengambil 7 unit Samsung Galaxy Tab, 1 unit laptop Asus warna putih, 1 unit laptop Lenovo, 1 unit laptop HP, 1 unit ponsel Samsung Keytone, dan 1 unit modem.
Jaksa Irfan mempertanyakan alasan pelaku melakukan perampokan tanpa menggunakan senjata api atau alat lainnya. "Kami enggak bawa apa-apa, memang tahunya itu kantor kosong. Pas masuk ada orang, kami ancam dengan omongan awas kami rampok. Sebari mengancam menggunakan linggis yang dibawa dari kampung," ujar Sirait. 
 

Febi Herumanika



Berita Terkait



Komentar