#pencurian#beritalampung#kriminal

Otak Perampokan Mobil di Saburai Seorang Polisi dan ASN

( kata)
Otak Perampokan Mobil di Saburai Seorang Polisi dan ASN
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Ino Harianto saat diwawancarai sejumlah jurnalis di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa, 9 Oktober 2021. (Foto: Lampost.co/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung menangkap dua otak perampokan mobil milik mahasiswa. Keduanya yakni Bripka IS dan ARD, pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Ino Harianto, mengatakan, IS dan ARD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat beraksi kedua tersangka mengancam korban dengan senjata api.

Baca juga: Penculik dan Perampas Mobil di Saburai Diringkus

Ino menjelaskan, kedua tersangka mempunyai peran sama yakni mengikat dan melakban mulut korban. Sementara tersangka lainnya, AG, berperan sebagai sopir dan penghubung  ke keluarga korban untuk meminta sejumlah uang.

"Awalnya tersangka minta Rp100 juta, turun jadi Rp10 juta. Tetapi, tidak deal mengenai jumlah dan tempat pertemuan. Sehingga dibawa ke Lampung Tengah dan ditinggalkan di sana,” ujar Ino.

Ia menambahkan, ARD menyerahkan diri ke Polresta Bandar Lampung. Polisi juga tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap adanya tersangka lain.

"Masih kami dalami. Komunikasi dengan keluarga ARD untuk menyerahkan diri. Sehingga datang menyerahkan diri hari ini," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kedua korban yang merupakan mahasiswa Guritno Tri Widianto (19) dan Faisal Adrianto yang membawa mobil dirampas dan ditodong menggunakan senjata api disekap di dalam mobilnya dan dibuang di daerah Dusun IV Bekri, Serapit, Lampung Tengah,pada Sabtu malam, 9 Oktober 2021.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar