#kpk#korupsi

Ormas Catut Dewas KPK Jadi Modus Pemerasan di Daerah

( kata)
Ormas Catut Dewas KPK Jadi Modus Pemerasan di Daerah
KPK. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Organisasi massa (ormas) mengaku sebagai Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terdeteksi berkeliaran di daerah. Ormas itu diduga mencatut logo dan alamat Dewas KPK untuk memeras warga.

"KPK memastikan organisasi ini bukan bagian dari lembaga negara Komisi Pemberantasan Korupsi maupun Dewan Pengawas KPK," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin, 25 Oktober 2021.

Ali mengatakan Lembaga Antikorupsi maupun Dewas KPK tidak memiliki cabang di daerah. Dewas dan KPK juga dipastikan tidak pernah bekerja sama dengan ormas atau pihak lain untuk menangani kasus rasuah.

Ormas Dewas KPK gadungan ini mengaku sebagai pemantau tindakan rasuah di daerah. Lembaga Antikorupsi menduga ormas itu memeras untuk keuntungan sendiri.

"KPK mengecam perbuatan para pihak yang menggunakan logo menyerupai KPK dan menggunakan alamat KPK sebagai identitas ormas secara tidak bertanggung jawab," ujar Ali.

Ormas Dewas KPK gadungan itu diminta segera berhenti beraksi. Lembaga Antikorupsi bakal memperkarakan mereka jika tetap beraksi.

"Modus penipuan dan pemerasan dengan mengaku dan menggunakan atribut KPK marak terjadi di berbagai daerah serta telah memakan banyak korban," tutur Ali.

Masyarakat juga diminta tidak mudah terkecoh dengan modus ini. Warga diminta melapor bila menemukan Dewa KPK gadungan.

"Laporkan ke call center 198 atau kepada aparat penegak hukum setempat," ucap Ali.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar