#mudik2021#ramadan#mudiklebaran

Organda Tunduk Aturan Pelarangan Mudik dengan Syarat

( kata)
Organda Tunduk Aturan Pelarangan Mudik dengan Syarat
Suasana bengkel bua AKAP. Medcom.id/ Rhobi Shani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengikuti aturan pemerintah yang melarang mudik Lebaran 2021. Akan tetapi, sejumlah pengusaha angkutan bus menyatakan akan tetap mengoperasikan armadanya.

"Kalau pengusaha bus ini kan yang dituju sebenarnya memang mudik ini, pasti tingkat volume penumpang akan tinggi dan pemasukan akan naik. Tapi karena ada larangan mudik ini sangat disayangkan," kata Ketua Organda Provinsi Lampung, Ketut Pasek, Rabu, 14 April 2021.

Baca: Pengusaha Bus AKAP Minta Larangan Mudik Dicabut

Meskipun begitu, ia mengatakan, kemungkinan besar tidak akan ada satu pun bus yang beroperasi karena larangan mudik yang cukup ketat seperti halnya tahun lalu.  

"Kalau tahun lalu memang ditiadakan, untuk tahun ini sih tetap ada yang beroperasi cuma enggak tahu dengan jumlah penumpangnya. Karena sebenarnya kami rata-rata melayani antarkota dan provinsi," ujarnya. 

"Kalau berapa jumlah armada yang dikerahkan itu tentatif. Harapan kami sih tetap ada pergerakkan sehingga kami ada pemasukan," tambahnya.

Pasek yang juga pemilik Perusahaan Perorangan (PO) Bus Puspajaya menjelaskan, jika dibandingkan mudik Lebaran 2020 yang juga dilarang, tahun ini diprediksi hanya akan ada 30 persen aktivitas keberangkatan. 

"Masih mengalami penurunan. Bahkan tahun lalu kami tak beroperasional sama sekali. Sekarang masih berjalan meski tidak masif dan tak menutup kemungkinan penurunan terus terjadi," katanya.

Dia mengaku, pihaknya akan tetap mengikuti aturan demi menekan penyebaran covid-19 meskipun hal ini cukup mengganggu pemasukan bagi seluruh karyawan. 

"Karyawan kami sejak pandemi lalu sangat merasakan dampak luar biasa. Sehingga besar harapan kami agar bisa memberikan layanan supaya pemasukan juga dapat mensejahterakan karyawan," kata dia. 

Senada dengan penjelasan Ketua Organda, salah satu sopir bus jurusan Terminal Rajabasa-Bakauheni, Solihin (45), juga mengeluhkan adanya larangan mudik oleh pemerintah. 

Menurutnya, hal ini akan menurunkan pemasukan yang ia peroleh, bahkan selama pandemi ini sebulan tanpa pemasukan menjadi kian tak pasti. 

"Pemerintah tidak melihat dampaknya, dampak itu terjadi ke kami para sopir, kondektur, dan pengusaha bus," kata Solihin.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar