#beritalampung#beritabandarlampung#tarifangkutan

Organda Lampung Resmi Menaikkan Tarif Angkutan

( kata)
Organda Lampung Resmi Menaikkan Tarif Angkutan
Surat Keputusan Penaikan tarif AKDP Lampung. IST


Bandar Lampung (Lampost.co): Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Lampung secara resmi telah menaikkan biaya transportasi untuk Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP). Hal tersebut mulai diterapkan Senin, 5 September 2022 dengan mengeluarkan surat keputusan. 

"Karena ini sudah diputuskan oleh pemerintah, jadi mau tidak mau kami melakukan perubahan biaya. Hal ini dilakukan, sehingga terkait dengan kenaikan BBM bersubsidi kami ikuti arahan," kata Ketua Organda Lampung, Ketut Pasek.

Dia mengatakan jika pihaknya merubah mekanisme biaya transportasi non-ekonomi. "Untuk biaya transportasi non-ekonomi kita sudah koordinasi dengan pihak pengusaha jasa transportasi. Kita minta naikkan penyesuaian harga diantara 15-20 persen maksimal," ujarnya.

Baca juga: Motor Kurir Paket Digasak Pencuri di Hokben Antasari

"SK sudah dibagikan secara merata sehingga sosialisasi pun sudah diberikan. Meskipun awalnya pengguna jasa sempat kaget, tapi mau tidak mau menerima," sambungnya.

Ia menerangkan pihaknya melakukan persentase rupiah dalam setiap kilometernya. "Sebelumnya kita hargai pembayaran biaya Rp300 per kilometer, dan yang baru setelah dilakukan penyesuaian menjadi Rp360 per kilometer ini nilai ambang atas," katanya. 

Menurutnya, jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi naik pihaknya akan ikut terbenani dengan harga lain seperti sparepart, oli yang pasti juga ikut naik. "Keputusan ini dibuat karena memang kenaikan BBM akan memengaruhi semuanya," kata dia.

Pihaknya meminta pemerintah segera menata ulang tarif transportasi, khususnya untuk ekonomi yang dipakai masyarakat. "Kami tinggal menunggu putusan pemerintah untuk biaya tarif yang bus ekonomi," pungkasnya.

Sementara itu, Plh Kepala Terminal Rajabasa Bandar Lampung Marsusi mengatakan terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berpengaruh juga dengan harga tarif tiket bus. Namun sampai saat ini harga tiket belum mengalami kenaikan.

"Sampai saat ini kami masih menunggu keputusan Organda di kabupaten/kota. Setelah ada keputusan nanti baru kami berlakukan di Terminal Rajabasa," ujarnya.

Marsusi mengatakan pihaknya belum dapat memprediksi kenaikan tarif bus. Sebab, yang memutuskan dari pihak Organda.

"Kami hanya melakukan pengawasan dan penerapan tarif bus tersebut di lapangan. Kami juga masih berkoordinasi dengan pihak Organda," kata dia.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar