#Kesehatan#VirusKorona

Organ Tunggal di Tanggamus Dibubarkan, 23 Orang Ditahan

( kata)
Organ Tunggal di Tanggamus Dibubarkan, 23 Orang Ditahan
Personel Gabungan bubarkan orgen dan amankan 23 orang di Pekon Karang Agung Kecamatan Semaka, Tanggamus. (Foto:Dok. Polres Tanggamus)


Kota Agung (Lampost.co) -- Personel gabungan Polres Tanggamus, Kodim 0424 Tanggamus, dan Satgas Covid-19 membubarkan hiburan organ tunggal di Pekon Karangagung, Kecamatan Semaka, Sabtu, 15 Mei 2021. Sebanyak 23 orang ditahan pascapembubaran.

“Aparat gabungan menahan 23 orang beserta alat organ tunggal dalam kegiatan pembubaran semalam. Mereka yang terlibat beserta alat dibawa ke Polres Tanggamus,” ujar Kapolres Tanggamus, AKBP Oni Prasetya, SIK, Sabtu, 15 Mei 2021.

Ia mengungkapkan, sebelum pembubaran, satgas covid-19 yang terdiri dari Uspika dan instansi terkait telah melaksanakan koordinasi dengan kepala pekon, ketua adat karang agung dan ketua pelaksana kegiatan tersebut.

“Satgas telah mengimbau agar kegiatan tersebut dihentikan karena tidak sesuai dan bertentangan dengan imbauan bupati Tanggamus terkait penyebaran dan penanganan covid-19 (Surat Edaran Bupati Tanggamus poin 5),” jelasnya.

Selanjutnya, karena upaya persuasif awal oleh Satgas Covid-19 Kecamatan Semaka tidak membuahkan hasil akhirnya dilakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Tanggamus guna mengambil langkah kebijakan.

Untuk menghindari gesekan dan hal-hal yang tidak diinginkan, kapolres bersama dandim kembali melakukan upaya persuasif bersama uspika Kecamatan Semaka. Aparat berkoordinasi dengan pimpinan adat dan tokoh masyarakat setempat.

"Karena tidak membuahkan hasil, akhirnya pada pukul 01.30 WIB, Kapolres Tanggamus bersama Dandim 0424 Tanggamus memerintahkan personil Polri dan TNI di lokasi agar melakukan upaya paksa pembubaran," ungkap Oni Prasetya.

Sambungnya, dari hasil upaya paksa tersebut akhirnya diamankan belasan orang warga yang berada di lokasi. Selain itu juga turut diamankan sound system atau alat organ tunggal milik Shila Music sebagai barang bukti dan narkoba jenis sabu.

Ia menerangkan jumlah massa diperkirakan 800 orang sementara aparat gabungan sekitar 70 personil. Tidak ada korban dari pihak aparat dalam proses pembubaran. Namun, kepala seorang warga di lokasi berdarah akibat lemparan batu.

"Langkah upaya paksa pembubaran berjalan kondusif, sekitar pukul 02.30 WIB, massa sudah membubarkan diri. Orang-orang yang diamankan saat ini sedang dilaksanakan pemeriksaan dan test urine guna proses pidana lebih lanjut," tegasnya.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar