#NASIONAL#PERISTIWA#KORBAN-HANYUT

Orang Tua Korban Susur Sungai Bisa Tuntut Sekolah

( kata)
Orang Tua Korban Susur Sungai Bisa Tuntut Sekolah
Penyisiran di sungai Sempor mencari korban hanyut siswa SMPN 1 Turi. Foto: ANT/Andreas Fitri Atmoko

Sleman (Lampost.co) -- Bupati Sleman Sri Purnomo mengizinkan orang tua korban susur sungai, menuntut pihak sekolah. Dia mengatakan pengajuan tuntutan adalah hak dan pilihan masing-masing orang tua.

"Kami persilakan saja, tapi semua itu pada prinsipnya tidak ada faktir kesengahaan, Hanya kelalaian, ketidakprofesionalan. Itulah penyebab musibah ini," ujar Sri, usai upacara penutupan pencarian korban di Posko SAR Gabungan, Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Minggu, 23 Februari 2020, melansir Antara.

Sri mengaku menghormati proses hukum insiden siswa SMPN 1 Turi saat kegiatan Pramuka susur sungai di Sungai Sempor pada Jumat, 21 Februari 2020. Dia memilih menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian.

"Kami berasaskan praduga tak bersalah, itu ranahnya hukum. Kami sangat menghormati proses hukum baik di Polda maupun Polres," kata Sri.

Baca:Siswa SMPN 1 Turi Sempat Meminta Tak Susur Sungai

Polisi telah menetapkan satu tersangka berinisial IYA terkait insiden susur sungai, yang mengakibatkan 10 siswa tewas. Tersangka merupakan salah satu pembina pramuka sekaligus guru olahraga di SMPN 1 Turi, Sleman.

IYA diduga melanggar Pasal 359 KUHP karena kelalaiannya yang menyebabkan orang lain meninggal dunia dan Pasal 360 karena kelalaiannya yang menyebabkan orang luka-luka dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan jumlah tersangka tidak menutup kemungkinan bertambah. Pemeriksaan saksi masih dilakukan hingga kini.

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar