#tafsir#almisbah#ramadan

Orang-Orang yang Punya Penyakit Hati

( kata)
Orang-Orang yang Punya Penyakit Hati
Quraish Shihab. MI

"APAKAH orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?" demikian dikatakan dalam QS Al-Muhammad Ayat (29). Pembahasan tafsir Al-Mishbah diawali dengan ayat yang berbicara mengenai orang-orang kafir yang memusuhi Islam.

Pada ayat selanjutnya dikatakan seandainya Allah swt mau, akan ditunjukkan pada nabi mengenai tanda-tanda orang yang musyrik itu. Tetapi, Allah tidak menunjukannya sebab nabi mengetahui dari perkataan-perkataan mereka, dari gaya bicara mereka. "Allah sesungguhnya Maha Mengetahui segala perbuatan-perbuataan kamu."

Ayat ke-30 disebutkan Allah sesungguhnya akan menguji untuk mengetahui orang-orang yang benar berjihad di jalan Allah sehingga tampak yang jujur dan tidak. Dijelaskan pada ayat selanjutnya orang-orang musyrik ialah yang menghalagi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah jelas bagi mereka.

"Mereka tidak dapat memberikan mudarat kepada Allah sedikit pun. Dan Allah akan menghapus amal-amal mereka". Demikian bunyi Ayat ke-32 QS Al-Muhammad. Di akhirat, Allah akan menghapus segala amal seperti sedekah orang-orang itu. Mereka tidak akan mendapatkan pahala.

Lalu pada Ayat ke-33 dikatakan bagi orang beriman, untuk menaati Allah, menaati rasul dan jangan merusak pahala serta amal-amal yang dilakukan. Sesungguhnya, orang-orang yang mati dalam keadaan kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah, maka Allah tidak akan memberi apa pun kepada mereka.

Lantas Allah menanamkan kepercayaan diri bagi orang beriman. Pada Ayat ke-35 dikatakan, "Janganlah kamu lebih dan damai, padahal kamu kedudukan berada di atas dan Allah bersamamu. Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala-pahalamu".

Di sini dikatakan selama manusia bersama Allah, jangan pernah merasa ragu. Ketahuilah kehidupan dunia ini hakikatnya hanyalah permainan bagi orang-orang yang tidak beriman. Dan jika kamu bertakwa serta beriman, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan tidak akan meminta harta-hartamu.

Pada Ayat ke-37 Allah juga meminta agar orang beriman untuk beramal. "Jika Dia meminta hartamu dan mendesak kamu supaya memberikan semua hartamu, niscaya kamu akan kikir dan kedengkian akan muncul."

Oleh karena itu, Allah hanya minta 2,5% dari harta kita untuk diamalkan. Kalau lebih dari itu, akan menampakkan kecemburuan sosial. Orang-orang yang punya hendaknya menyisihkan hartanya sehingga akan terjalin hubungan antara yang berada dan tidak. Kalau tidak akan ada kecemburuan sosial sehingga kedengkian akan muncul.

Allah mengingatkan pada Ayat ke-38 surah ini bahwa siapa pun yang kikir di antara manusia, sesungguhnya dia kikir terhadap diri sendiri. Sebab, beramal sejatinya untuk kemaslahatan diri sendiri. Orang yang bersedekah, sama saja menitipkan hartanya pada orang lain supaya dia mendapatkan balasan di akhirat.

Allah tidak membutuhkan harta manusia. Allah Mahakaya. Sementara manusia yang membutuhkan Allah. Apabila manusia berpaling dari Allah, akan menggantikan dengan kaum lain, yang tidak seperti itu. Ditafsirkan kaum yang mengganti lebih bertakwa dan taat.

MI

Berita Terkait

Komentar