#operasizebra#rapidtest#pembagianmasker#beritapringsewu

Operasi Zebra di Pringsewu Tes Rapid dan Bagikan Masker Gratis ke Pengendara

( kata)
Operasi Zebra di Pringsewu Tes Rapid dan Bagikan Masker Gratis ke Pengendara
Operasi Zebra yang berlangsung di Jalan Ahmad Yani, kompleks Rest Area Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo. Lampost.co/Widodo


Pringsewu (Lampost.co): Operasi Zebra 2020 yang digelar oleh Satuan Lalu Lintas Polres Pringsewu berbeda dari biasanya. Dalam kondisi masih pandemi Covid-19, Operasi Zebra tidak melulu fokus pada pelanggaran berlalu lintas.

Dalam operasi yang berlangsung di Jalan Ahmad Yani, kompleks Rest Area Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo, Kamis, 29 Oktober 2020, petugas kepolisian melakukan rapid test kepada 100 orang dan membagikan 200 masker kepada pengguna jalan.

Kasat Lantas Polres Pringsewu Iptu Bima Alief Caesar mengatakan Operasi Zebra 2020 digelar bekerja sama dengan Tim Satuan Tugas Covid-19 dan Satpol PP Pringsewu.

Dia mengatakan Operasi Zebra yang digelar di tengah pandemi selain untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan warga untu berlalu lintas, juga dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19 dengan menggelar rapid test massal bagi pengendara dan penumpang yang berasal dari luar Pringsewu.

"Rapid test digelar dengan melibatkan tenaga medis dari Satgas Covid-19 Pringsewu, sekaligus mengedukasi masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," ujarnya.

Kasatlantas menyatakan Operasi Zebra digelar untuk mengecek kelengkapan kendaraan seperti STNK dan SIM.

"Setelah diperiksa kelengkapannya, pengendara diarahkan untuk melakukan rapid test di posko yang telah tersedia. Total ada 100 unit rapid test yang disediakan secara gratis bagi para pengendara dan 200 masker yang diberikan kepada pengendara yang tidak memakai masker," ujar Kasatlantas Iptu Bima Alief.

Dia mengatakan Operasi zebra tahun ini lebih banyak melakukan kegiatan yang bersifat preemtif dan preventif dari pada upaya penegakan hukum secara tilang.

"Tilang hanya diberikan kepada pelanggar yang benar-benar berpotensi menyebabkan kecelakaan," ujarnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar