#metro#covid-19

Operasi Yustisi Dapati Oknum ASN Berduaan di Toilet Taman Mulyojati di Metro

( kata)
Operasi Yustisi Dapati Oknum ASN Berduaan di Toilet Taman Mulyojati di Metro
Petugas Satpol PP Kota Metro saat menyatroni pasangan yang bukan suami istri tepat di depan WC umum lapangan Mulyojati. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Satpol-PP Kota Metro melakukan operasi yustisi dan menemukan sepasang sejoli bukan suami istri berduaan di toilet yang gelap taman Mulyojati. Pria yang terjaring razia tersebut diduga merupakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). Pasalnya, saat dirazia dia menggunakan kendaraan dinas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria tersebut dikabarkan merupakan oknum ASN Provinsi Lampung. Dia menggunakan motor merk Yamaha Byson warna hitam dengan plat merah bernomor BE 4401 BZ. Saat dipergoki Satpol PP Metro, oknum ASN itu langsung pergi dan meninggalkan pasangannya.

Di sisi lain, pedagang setempat menyebutkan di toilet taman lapangan tersebut sering disalahgunakan dengan aktivitas jual beli tuak. Dia juga menyampaikan lokasi tersebut diramaikan oleh perempuan usia setengah baya dan diduga sering ada praktik prostitusi.

"Kalau yang jual tuak memang ada tapi sudah lama kayaknya gak jual lagi. Ya transaksinya disana, pas di WC yang gelap itu. Kalau lagi jualan tuak ya rame disana yang nongkrong. Ya laki ya perempuan, campur lah. Tapi kami enggak tau kalau ada prostitusi begitu. Ya yang dibelakang itu memang seperti ibu-ibu gitu," ungkap pedagang yang enggan disebut namanya.

Baca juga: Polres Way Kanan Gelar Operasi Yustisi di Jalinsum Negeribaru

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro, Amrullah menyampaikan Interupsi saat Wali Kota Wahdi berada di atas podium saat sidang paripurna pada Senin (22/11/2021). Amrullah meminta wali kota menanggapi dugaan geliat prostitusi terselubung dan peredaran miras jenis tuak di kawasan taman Mulyojati.

"Itu sudah berkali-kali, dari penyampaian LKPJ waktu itu tidak pernah ditanggapi oleh wali kota. Tolong suruh wali kota menjabarkan, ini sudah mau selesai masalahnya. Kemarin selesai tidak ditanggapi, ingat interupsi sebelumnya. Ini wali kota jangan pergi, ditanggapi terlebih dahulu. Karena hari ini tuak bukan hanya di pasar Tejoagung melainkan juga ada di lapangan Mulyojati dan merambah menjadi prostitusi. Itu mohon ditanggapi saudara wali kota," ucapnya dalam Interupsi tersebut.

Menanggapi ihwal usaha tuaknya, Suaman(63), pedagang tuak, meminta kebijakan Wali Kota Metro Wahdi agar dia bisa kembali berdagang.

"Saya gak tau kalau jual tuak di Metro itu dilarang, tadi dikasih tau sama pak Pol-PP-nya kalau sekarang gak boleh jualan tuak lagi. Sekarang saya gak boleh jualan lagi, katanya itu dari perintah pak wali kota. Harapan saya ya kalau boleh jualan ya saya jualan, tapi kalau gak boleh ya mau gimana lagi," kata dia.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar