#operasipatuhkrakatau#lakalantas

Operasi Patuh Krakatau untuk Tekan Angka Lakalantas

( kata)
Operasi Patuh Krakatau untuk Tekan Angka Lakalantas
Dirlantas Polda Lampung Kombespol Kemas Ahmad Yamin (kiri), saat berada di Mapolda Lampung, Kamis (26/4/2018). (Dok. Humas Polda Lampung)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung, berharap upaya penegakan hukum dengan persentase 50%, pre-emtif yakni upaya pendidikan kesadaran lalu lintas masyarakat 25% dan persuasif pengendara yakni 25% pada Operasi Patuh Krakatau 2018 yang digelar pada 26 April hingga 9 Mei 2018, dapat menurunkan angka kecelakaan lalulintas (lakalantas).

Berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung, jumlah lakalantas pada saat Operasi Patuh Krakatau dua tahun terakhir cenderung menurun. Pada 2016 ada 23 angka kecelakaan, turun 65% pada 2017 yakni 8 angka kecelakaan.

Pada Operasi Patuh tahun 2016 korban meninggal dunia yakni 8 orang, luka berat 20 orang, luka ringan 16 orang, dan kerugian mencapai Rp196.800.000. Sedangkan dalam Operasi Patuh 2017 korban meninggal dunia 4 orang, luka berat 6 orang, luka ringan 5 orang, dan kerugian ditaksir mencapai Rp31.300.000.

"Diharapkan paska operasi keselamatan dengan ruh simpatik, masyarakat bisa sadar, ketika masuk operasi patuh, dan angka fatalitas kecelakaan dan meninggal dunia bisa ditekan," ujar Dirlantas Polda Lampung Kombespol Kemas Ahmad Yamin, Kamis (26/4/2018).

Maka dari itu, kata dia, pihaknya juga sudah melakukan pemetaan pada titik rawan macet dan rawan lakalantas, serta angkutan teguran yang paling tinggi pada operasi keselamatan krakatau yang sudah digelar, yakni di Polres Lampung Utara, yakni 3.843 teguran tertulis.

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar