#operasicempaka#kriminal#beritalampung

Operasi Cempaka di Bandar Lampung, Kasus Premanisme Mendominasi

( kata)
Operasi Cempaka di Bandar Lampung, Kasus Premanisme Mendominasi
Hasil pengungkapan pada Operasi Cempaka 2019 Polresta Bandar Lampung. Lampost.co/Febi Herumanika

Bandar Lampung (Lampost.co): Polresta Bandar Lampung merilis hasil capaian Operasi Cempaka Krakatau 2019 yang digelar selama dua pekan mulai 25 November 2019 - 8 Desember 2019. Perkara premanisme mendominasi hasil pengungkapan pada Operasi Cempaka tahun ini dengan jumlah tersangka 38 orang.

Wakapolres Bandar Lampung AKBP Yudy Chandra mengatakan operasi ini bertujuan sebagai penegakkan hukum terhadap segala bentuk penyakit masyarakat terutama pemberantasan tindak pidana kejahatan, seperti premanisme, kejahatan jalanan, perjudian, postitusi, juru tagih yang menggunakan jasa preman dan kejahatan lainnya.

AKBP Yudy menjelaskan jumlah perkara yang berhasil diungkap pada tahun ini 32 kasus terdiri dari pencurian dengan pemberatan 5 kasus, pencurian dengan kekerasaan (0 kasus), pencurian kendaraan bermotor (4 kasus), senjata tajam (5 kasus), judi (2 kasus), penganiayaan (3 kasus), dan narkotika (13 kasus), serta peremanisme (38 orang).

"Yang paling banyak itu premanisme, C3 (curanmor, curas, dan curat) termasuk narkotika. Operasi cempaka ini hadir untuk penegakkan hukum terhadap segala bentuk penyakit masyarakat terutama pemberantasan kejahatan dan premanisme," kata dia.

Jumlah tersangka yang berhasil diamankan selama operasi cempaka mencapai 42 tersangka, terdiri dari 10 tersangka curat, 2 tersangka curanmor, 5 tersangka senjata tajam, 8 tersangka judi, 4 tersangka penganiayaan, dan 13 tersangka narkotika.

"Barang bukti yang berhasil disita diantaranya 7 bilah senjata tajam, 2 senjata api rakitan, 11 unit sepeda motor, 1 unit kendaraan roda tiga, 23 unit ponsel, 12 paket sedang sabu-sabu, 44 paket kecil sabu-sabu, dan satu butir ineks," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar