#pupuksubsidi#pertanian#beritalampung

Ombudsman Lampung Harapkan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran

( kata)
Ombudsman Lampung Harapkan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
Pupuk subsidi. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Lampung menanggapi hasil kajian sistemik yang dilakukan Ombudsman RI terkait tata kelola pupuk bersubsidi.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, Ombudsman memberikan atensi terhadap lima hal, yaitu perbaikan dalam kriteria petani penerima pupuk bersubsidi, perbaikan dalam akurasi pendataan petani penerima pupuk bersubsidi, peningkatan akses dan transparansi penunjukan distributor dan pengecer pupuk bersubsidi, peningkatan efektifitas penyaluran pupuk bersubsidi, peningkatan fungsi pengawasan pupuk bersubsidi.

“Dengan keluarnya hasil kajian sistemik itu, berarti ada potensi maladministrasi yang semestinya mulai diwaspadai. Sebab, petani-petani di Indonesia ini memproduksi kebutuhan pangan untuk masyarakat. Apalagi, rata-rata petani juga belum sejahtera, jadi kalau bisa jauh dari tindak maladministrasi," kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Lampung, Nur Rakhman, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 5 Desember 2021.

Menurutnya, ada beberapa saran perbaikan juga yang disampaikan Ombudsman RI. Hal ini juga dapat menjadi atensi bagi kementerian terkait agar pendistribusian ke daerah-daerah yang dilakukan dinas bisa lebih transparan dan memang benar-benar untuk kepentingan petani kecil.

Ombudsman RI memberikan saran perbaikan kepada Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan dan PT. Pupuk Indonesia, yaitu memperluas kewajiban distributor untuk memiliki pengecer setiap desa melalui kerja sama dengan BUMDes atau koperasi, mempublikasikan standar pelayanan rekrutmen dan distributor baru di kanal media PIHC yang dapat diakses publik.

"Ada juga dalam penyempurnaan skema penunjukan pengecer dan memenuhi standar pelayanan sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik," katanya.

Ia berharap hasil kajian itu bisa menjadi atensi Gubernur Lampung. "Lampung merupakan salah satu komoditas tertinggi untuk pertanian Indonesia,” tutup Nur Rakhman.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar