#beritalampung#beritalampungterkini#olahanpisang#tepungpisang#pendapatantambahan

Olahan Pisang di Suak Jadi Tambahan Pendapatan Warga

( kata)
Olahan Pisang di Suak Jadi Tambahan Pendapatan Warga
Koordinator ASB Jerman saat mengunjungi rumah produksi tepung pisang di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Dok


Kalianda (Lampost.co) -- Masyarakat Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, memiliki potensi tanaman pisang yang berlimpah. Potensi itu menjadi pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat.

Pemberdayaan potensi itu mendapat dukungan dengan adanya program Paluma Nusantara yang sudah berjalan sejak 2021 silam. Pelaksanaan program mendapat monitor dan lawatan dari Arbeiter Samariter Bund (ASB) Jerman yang mengunjungi rumah produksi tepung pisang di desa setempat, Sabtu, 19 November 2022.

Baca juga: HNSI Dorong Pemerintah Atasi Kelangkaan Solar bagi Nelayan 

ASB atau Federasi Pekerja Samaria merupakan organisasi sosial dari Jerman yang terlibat dalam banyak penyediaan layanan sosial, termasuk perlindungan sipil, layanan penyelamatan, dan kesejahteraan sosial.

Kepala Desa Suak Juli Wahyudin menjelaskan kedatangan koordinator ASB untuk monitor kegiatan program Paluma Nusantara. "Mereka monitoring atau mengecek program tersebut, Sabtu kemarin," kata dia, Senin 21 November 2022.

Program pendampingan Paluma Nusantara di Desa Suak, yakni olahan pisang menjadi tepung untuk bahan makanan. Pengolahan dilakukan ibu PKK dan lansia produktif, penyandang disabilitas, serta perempuan kepala keluarga. "Programnya olahan buah pisang menjadi tepung bahan makanan," ujarnya.

Kunjungan rombongan ke rumah produksi di Dusun Kelapatiga, sedangkan tempat serupa yang produksi tepung pisang olahan terdapat di lima dusun.

"Kalau secara bersama produksi bisa hasilkan 1 ton tepung pisang sebulan," katanya.

Dengan dukungan pendampingan dari Paluma Nusantara dan potensi tanaman pisang yang berlimpah menjadi tambahan pendapatan. "Alhamdulillah tepung pisang memiliki nilai ekonomi yang tinggi menjadi tambahan penghasilan," ujarnya.

Koordinator program ASB Jerman, Martin menjelaskan kedatangannya untuk memastikan program pendampingan yang dijalankan memiliki manfaat bagi warga Desa Suak. "Kami dan Paluma Nusantara memastikan program berjalan dan bermanfaat," katanya.

Berjalannya usaha olahan tepung pisang untuk bahan makanan oleh warga setempat, membuat warga Desa Suak mendapatkan penghasilan tambahan. "Ini bisa menjadi jalan menuju desa mandiri," ujarnya.

Selanjutnya, rombongan ASB mengunjungi destinasi pariwisata Pantai Muara Indah yang dikelola BUMDes Suak.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar