#senpi#senpiilegal#hukum

Oknum Polisi Pembawa Senpi Ilegal Divonis 8 Bulan Penjara

( kata)
Oknum Polisi Pembawa Senpi Ilegal Divonis 8 Bulan Penjara
Suasana persidangan kasus senpi ilegal di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co): Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang memvonis Yoka Vidriansyah (37) anggota Polres Lampung Utara dengan pidana penjara selama 8 bulan lantaran tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang dalam hal kepemilikian dan membawa satu pucuk senjata api jenis revolver, pada sidang yang digelar, Senin, 21 September 2020.

Hakim ketua Efiyanto dalam putusannya mengatakan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indoneisa Nomor 12 Tahun 1951. 

Terdakwa, lanjut Hakim, tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, munisi atau sesuatu bahan peledak, 

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama delapan bulan penjara," kata Hakim Efiyanto. 

Bahwa pada Kamis, 4 Juni 2020 sekitar pukul 22.00 WIB, anggota Polresta Bandar Lampung menerima informasi bahwa ada seseorang sedang di Jalan Teuku Umar, Kedaton membawa senjata api ilegal.

"Saksi melakukan penyelidikan ditempat yang dimaksud. Sampai di lokasi, anggota Polresta Bandar Lampung melihat ada orang yang gerak-geriknya mencurigakan. Lalu dilakukan penggeledahan dan ditemukan senjata api jenis revolver berikut 4 amunisinya yang diselipkan pada pinggang terdakwa," kata Hakim.

Bahwa berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Senjata Api Nomor: BA/72/VII/2020/BRIMOB tertanggal 3 Juli 2020 telah melakukan pemeriksaan terhadap 1 pucuk senjata api jenis revolver warna silver dengan gagang berwarna cokelat yang berisi 4 butir amunisi.

"Setelah diteliti, keempat butir peluru (amunisi) tersebut masih lengkap dengan adanya proyektil berbentuk tumpul (nose) serta masih terdapat bubuk propelan (bahan peledak) didalam selongsong," katanya.

Dilihat dari kondisi peluru (amunisi) tersebut masih berfungsi dengan baik (aktif) apabila ditembakan dengan menggunakan senjata api organik maupun nonorganik (rakitan).

Dari hasil penelitian, secara spesifik benda tersebut sudah memenuhi kategori senjata api, karena terdiri dari komponen atau bagian-bagian yang menguatkan untuk disebut sebagai senjata api seperti laras, silinder, trigger, pemukul (pematik) serta rangkaian pematik ledakan.

"Dilihat dari kondisinya, senjata dan amunisi tersebut masih berfungsi dengan baik dan sangat berbahaya apabila dipegang dan disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab," kata Majelis Hakim.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar