BNNPnarkoba

Oknum Polisi Jadi Makelar Sabu

( kata)
Oknum Polisi Jadi Makelar Sabu
dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional (BNNP) Lampung akhirnya memaparkan pengungkapan perkara, peredaran narkoba lintas provinsi, yang melibatkan oknum aparat.

Dari tiga orang yang ditangkap, dua telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Adi Kurniawan (39), Kepala Kampung Sukajawa, Kecamatan Bumi Ratunuban, Lampung Tengah, dan Andriyanto (47), oknum Polisi yang berdinas di Polda Lampung, warga Metro Barat, Kota Metro.

Dari penangkapan keduanya, BNNP mengamankan sabu seberat 1,03642 kg (1kg), yang dibungkus dengan plastik teh china warna emas.
Selain itu aparat menyita, 1 lembar resi paket Indah Cargo, 5 buah smartphone, uang tunai Rp7,3 juta, 4 kartu ARM 2 buah sim, dan satu Suzuki Baleno BE-1418-RE.

Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya memaparkan, awalnya  pada 8 agustus 2020 tim brantas BNNP mendapatkan informasi dari salah satu perusahaan cargo, terdapat paket yang mencurigakan berisi speaker aktif, pengirim bernama sapri, dan penerima Steven Siahaan.

Kemudian aparat melakukan pengecekan ke kantor cargo tersebut di Bandar Jaya, Lampung Tengah. Lantas, BNNP berkoordinasi dengan Polda Lampung dan Polres Lampung Tengah, untuk melalukan penyelidikan.

Kemudian, pada 9 agustus 2020 sore,  aparat menangkap Kepala Kampung Adi Kurniawan,di pelataran Masjid Al Ikhlas, Gunung Sugih Lampung Tengah.

"Si AK (Andri Kurniawan) kita tangkap ketika hendak mengambil paket tersebut," ujarnya, Kamis 13 Agustus 2020.

Ternyata, Andri mendapat perintah untuk mengambil barang haram tersebut, dari Andriyanto. BNNP kemudian menangkap Andriyanto di kediamannya.

"Dua pelaku tersebut sudah kita tetapkan sebagai tersangka,"paparnya.

Sementara satu orang lainnya bernama Hasan masih berstatus sebagai terperiksa. Saat ditangkap, ia mengemudikan kendaraan yang ditumpangi oleh Adi Kurniawan.

"sampai hari ini, H belum bisa menyatakan statusnya sebagai tersangka, kami masih punya waktu tiga hari lago (3x24 jam x2).

I Wayan menambahkan, barang haram tersebut berasal dari pekan Baru Riau, dan di pesan oleh Sang Kepala Kampung. Peran Andriyanto, yakni menjadi penghubung dengan pemilik barang di Pekan Baru dengan kepala Kampung

Dia (oknum aparat), perannya broker, pembelinya kepala Kampung, mau diedarkan di Lampung," papar alumnus Akabri 1988 itu.

Dari pemeriksaan sementara, Andriyanto baru satu kali menjadi broker, atau jaringan peredaran narkoba, namun hal tersebut masih didalami BNN.

"Sementara ini, bukan jaringan baru, kita baru mendeteksi, ini kebetulan apes aja," katanya.

Pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1), dan atau pasal 112 ayat (2) uu nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dengan Ancaman Pidana maksimal hukuman mati.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar