cabulsidang

Oknum Pegawai P2TP2A Cabul Akan Jalani Sidang di Lamtim

( kata)
Oknum Pegawai P2TP2A Cabul Akan Jalani Sidang di Lamtim
Oknum P2TP2A pelaku cabul Dian Ansori. Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Lampung merampungkan berkas perkara oknum pegawai  Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak  (P2TP2A) Lampung pelaku cabul bernama Dian Ansori.

Penyidik telah menyatakan berkas perkara pelaku asusila dengan korban NF (14), dinyatakan lengkap (p21).

"Hari ini kami limpahkan tersangka dan alat bukti, karena berkas sudah P-21,"ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad, Kamis 10 september 2020.

Pandra memaparkan, meski perkara ditangani oleh Polda Lampung, namun perkara tersebut dilimpahkan ke Kejari Lampung Timur. Persidangan kasus asusila tersebut, bakal berlangsung di PN Sukadana, Lampung Timur. "Sesuai locus dan tempusnya," paparnya.

Terkait tindak pidana Perdagangan Orang yang diduga dilakukan Dian Ansori, Pandra menjelaskan, sementara aparat baru menyangkakan pelaku dengan pasal asusila, yakni Pasal 81 Ayat (3) UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana  sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

"Ada perkembangan, nanti segera dikabarkan," paparnya.

Sebelummya,aparat sudah memeriksa total 12 saksi, baik dari pelaku, korban, kerabat korban dan saksi lainnya. Korban NF saat ini, masih di rumah aman Dinas PPA Pemprov Lampung, dan dilindungki oleh LPSK.

Sementara, tersangka Dian Ansori, mengaku sudah 4 kali menyetubuhi korban dan yang terakhir pada 28 Juni 2020. Korban dicabuli di rumahnya sendiri.

"4 kali," kata pelaku saat menjalani pemeriksaan.

Perbuatan terakhir 4 pelaku dilakukan pada 28 juni 2020, saat Dian Ansori menginap di rumah korban. Saat itu pelaku menginap karena akan meminjamkan uang ke korban, dan membantu mengurus pendaftaran sekolah korban.

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar