kasuspembegalankotabumi

Membegal, Pegawai Dispenda Kotabumi Diciduk

( kata)
Membegal, Pegawai Dispenda Kotabumi Diciduk
Tersangka begal dan berikut barang bukti sepeda motor diamankan petugas Tekab 308 Polres Lampung Utara, Senin, 29 Juni 2020. Lampost.co/Hari Supriyono

Kotabumi (Lampost.co) -- Anggota Tekab 308 Reskrim Polres Lampung Utara menangkap seorang begal sepeda motor saat bersembunyi di rumah temannya Jalan Penitis, Kelurahan Tajungaman, Senin, 29 Juni 2020, pukul 17.30. Dari tersangka Bahusin (30), warga Jalan Pangeran Jinul, Gang Pustu, Kelurahan Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara, yang merupakan pegawai Dispenda Kotabumi disita barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat BE-3906-KR milik korban yang belum sempat dijual.     

Menurut Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Gigih Andri Putranto mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudho Martono, tersangka ditangkap karena diduga melakukan aksi pembegalan terhadap Meli Susyanti (46), warga Perum Kotaalam Permai yang juga seorang pegawai Dispenda pada 30 April 2020, pukul 08.10. "Selain mengamankan tersangka, kami juga menyita barang bukti sepeda motor milik korban yang belum sempat dijual," ujarnya.

Dia menambahkan penangkapan tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meinta keterangan sejumlah saksi-saksi, baik korban maupun warga sekitar. Dari hasil pemeriksaan sementara tersangka mengakui perbuatannya dan hal itu dilakukan seorang diri dengan cara mencegat korban menggunakan sebilah celurit.

"Saat ini kami masih terus melakukan penyidikan dan pengembangan atas penangkapan tersangka," ujarnya.  

Sementara itu, modus tersangka saat membegal korbannya Meli saat melintas di jembatan Perum Kotaalam Permai. Pelaku tiba-tiba keluar dari bawah jembatan dan langsung menghadang dan menodong pelapor dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit dan merampas sepeda motor milik korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kehilangan satu unit motor Honda Beat BE-3906-KR dan uang lebih kurang Rp1,3 juta serta surat dokumen berharga miliknya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar