pencabulanP2TP2A

Oknum P2TP2A Lamtim Cabuli Korban Pelecehan Seksual

( kata)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- LBH Bandar Lampung melaporkan oknum pejabat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur ke Polda Lampung. Laporan itu terkait adanya pengakuan seorang anak dampingan yang dijadikan pekerja seks.

Terkait hal itu, Anugerah Prima Utama Kadiv Advokasi LBH Bandar Lampung menjelaskan, peristiwa itu terjadi selama NF (14) menjadi anak dampingan P2TP2A sejak Januari 2020. NF mendapat pendampingan usai mendapat kekerasan seksual.

Usai kasus berakhir, NF dibawa ke rumah oknum P2TP2A berinisial DA dengan alasan untuk melakukan pemulihan psikologi. Namun, selama 1 bulan di rumah terduga, NF mengaku beberapa kali disetubuhi oleh DA.

"Dalam tindakan itu, NF mengaku mendapat ancaman dari DA agar tidak mengadu kepada orang lain. Ia diancam dibunuh, diculik, disantet jika mengadu pada orang lain," ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan NF, lanjutnya, peristiwa terjadi pada 22 Juni 2020 lalu. NF disetubuhi sebanyak 4 kali dalam 1 malam sebelum mengadu kepada pamannya.

Selain itu, NF juga sempat dijadikan pekerja seks. Hal itu terjadi saat masa dampingan psikologi di rumah DA.

Menurut Anugerah, NF sempat diserahkan kepada seorang oknum pegawai dinas. Saat itu, NF dibawa ke sebuah hotel dan dibayar untuk disetubuhi.

"NF disetubuhi kemudian diberi uang Rp700 ribu, sebnyak Rp500 ribu untuk NF dan Rp200 ribu untuk DA," kata dia.

LBH Bandar Lampung melaporkan tindakan itu berdasarkan UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tabun 2002 tentang perlindungan anak pasal 76D dan Pasal 81.

Winarko



Berita Terkait



Komentar