pembantaranpungli

Oknum Inspektorat Lamtim Dibawa ke RS Ahmad Yani Metro karena Jantungan

( kata)
Oknum Inspektorat Lamtim Dibawa ke RS Ahmad Yani Metro karena Jantungan
HW saat menjalani perawatan, di Rs Ahmad Yani Metro, Jumat 18 juli 2020 yang lalu. /istimewa

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satu dari empat tersangka pelaku pungli yang dilakukan oknum Inspektorat Pemkab Lampung Timur bersama dua orang oknum LSM mendapatkan pembantaran pemeriksaan karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Informasi yang didapat, selama beberapa hari pelaku berinisial HW dirawat di ruang VVIP Rumah Sakit Ahmad Yani, Kota Madya Metro, Provinsi Lampung.

Awalnya, saat dilakukan pemeriksaan, HW tiba-tiba terkena serangan jantung, dan dirawat di RS Bhayangkara Polda Lampung. Namun dirujuk ke RS Ahmad Yani berdasarkan permintaan keluarga karena ada dokter yang kerap menangani jantung tersangka di RS tersebut.

Ia terkena serangan jantung usai diperiksa sebagai tersangka, pada senin 13 juli 2020 yang lalu. Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan pembantaran tersebut.

"Tersangka saat ini masih berobat, dan dilakukan pembantaran, dan dalam pengawasan kami (aparat kepolisian)," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad, minggu 19 juli 2020.

Namun, Pandra menegaskan kendati dibantarkan, proses penyidikan tetap berjalan. Ketika ditanya soal sakit yang dialami, Pandra tak memaparkan secara spesifik. "Proses penyidikan tetap berlanjut," katanya.

Sementara, kuasa hukum HW yakni Iwan Aprianto mengatakan kliennya dibantarlan sejak 13 juli 2020. Awalnya HW menjalani pemeriksaan di Ruang Subdit III Tipikor, kemudian usai pemeriksaan sekitar pukul 18.00, HW kembali ke sel tahanan Dit Tahti Polda Lampung. Lantas korban tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri.

"Langsung saya balik lagi, pas kejadian dibawalah ke RS Bhayangkara, dan koordinasi dengan keluarga, dia ada riwayat jantung, lalu katanya emang sudah ada dokter yang tangani jantung dia sejak awal, yakni Dr. Nuke,  makanya di rujuk ke RS Ahmad Yani, Metro," katanya.

Ia menambahkan, saat ini kondisi korban berangsur membaik, dan jika sudah dinyatakan sembuh, HW akan kembali menjalani masa penahahan di Mapolda Lampung. "Terakhir dia sudah mendingan, sudah bisa angkat kakinya," katanya.

Sebelumnya, Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung telah menetapkan 4 orang tersangka, terkait operasi tangkap tangan (OTT), terhadap dua Oknum ASN di Inspektorat Pemkab Lampung Timur, dan dua orang lainnya, di Batang Hari Nuban, Lampung Timur, pada 4 Juli 2020.

Dua oknum Inspektorat tersebut berinisial HW dan HS. Dari OTT tersebut diamankan sejumlah uang. Informasi awal, total Rp65 juta uang disita dari pelaku, karena memeras Kades terkait Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar