#penipuan

ASN Disporapar Metro Jadi Tersangka Kasus SK Bodong

( kata)
ASN Disporapar Metro Jadi Tersangka Kasus SK Bodong
Kasat Reskrim Polres Metro AKP Andri Gustami. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Setelah beberapa kali dipanggil menjadi saksi dalam perkara kasus SK bodong di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, kini RS oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) setempat telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Hal itu dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Metro, AKP Andri Gustami. Menurutnya, hasil pemeriksaan dan gelar perkara kasus ini mendapati dua nama yang menjadi tersangka. 

"Iya, kami sudah gelar perkara. Sepakat menetapkan RS jadi tersangka," ujarnya melalui telepon, Selasa, 5 Oktober 2021.

Baca juga: Oknum ASN Metro segera Ditetapkan Tersangka SK Bodong

Andri menjelaskan, tersangka RS ini diganjar oleh kasus pidana umum, bukan kasus gratifikasi. 

"Hasil gelar perkara arahnya ke pidana umum. Kalau gratifikasi belum memenuhi unsur. Bukan karena jabatannya," tambahnya. 

Kemudian, untuk ASN seperti CA yang bertugas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mengaku memasukkan keponakannya saat ini masih didalami lagi.

"Yang ini masih kami dalami lagi," ujarnya.

Diketahui, barang bukti yang disita dari RS diantaranya adalah kuitansi dengan nilai Rp10 juta sampai Rp30 juta per orang. 

Dari keterangan RS, ia mengaku telah menerima uang dari tersangka DS senilai Rp192.500.000. Uang tersebut merupakan fee atas keberhasilannya meyakinkan 24 orang yang menjadi korban tenaga kontrak abal-abal alias palsu di lingkungan pemerintah Kota Metro. Tersangka RS ini terjerat pidana umum. Pasal 263 Ayat 2 dan 378 jo 55, dengan ancaman pidana penjara 7 tahun kurungan penjara. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar