#ojol#laporanpalsu

Ojol di Bandar Lampung Buat Laporan Palsu, Motor Dijual Disebut Hilang

( kata)
Ojol di Bandar Lampung Buat Laporan Palsu, Motor Dijual Disebut Hilang
Polsek Kedaton meringkus pengemudi ojek online (ojol) Firdaus (22) karena membuat laporan palsu, Sabtu, 19 November 2022. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polsek Kedaton meringkus pengemudi ojek online (ojol) Firdaus (22) karena membuat laporan palsu, Sabtu, 19 November 2022. Pemuda itu mengaku kehilangan motor. Padahal motornya dijual melalui media sosial. 

Kapolsek Kedaton, Kompol Atang Samsuri, mengatakan ojol itu awalnya datang ke Polsek Kedaton membuat laporan kehilangan satu unit motor di indekos Jalan Dempo, Kelurahan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, pada 7 September 2022. 

"Untuk itu, petugas melakukan penyelidikan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari olah kami curiga karena menemukan motor pelaku yang diubah cat dasar dan mah dijual di Facebook," kata Atang. 

Ojol tersebut hendak menjualnya dengan warga Pringsewu seharga Rp8,5 juta pada 4 November. Untuk itu, pelaku diringkus dengan dasar membuat laporan palsu. 

Berdasarkan pemeriksaan, tersangka mengaku membuat laporan kehilangan motor karena tidak mampu membayar angsuran motor Rp800 ribu per bulan. Surat kehilangan motor itu ditujukan mendapatkan klaim asuransi Rp12 juta. 

"Kalau klaim asuransi keluar dan motor laku terjual, dia mau beli motor lagi," ujarnya. 

Tersangka dijerat Pasal 242 KUHP tentang Laporan Palsu dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Tersangka Firdaus mengatakan pendapatannya dari mengojek tidak cukup membayar angsuran bulanan motor. "Jadi buat laporan kehilangan biar dapat asuransi," katanya. 

 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar