Restrukturisasikredit

OJK Perpanjang Program Restrukturisasi Kredit

( kata)
OJK Perpanjang Program Restrukturisasi Kredit
Ilustrasi. Foto: Dok.MI


Jakarta (Lampost.co) -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang program restrukturisasi kredit hingga Februari 2021 seiring dengan kondisi likuiditas di pasar keuangan yang mulai terjaga.

"Kami melihat perlu diperpanjang, kalau ada nasabah mau direkstruk silahkan. Bahkan perpanjangan lebih dari Februari tahun depan enggak masalah, kita keluarkan," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam sambutan Capital Market Summit & Expo 2020, Senin, 19 Oktober 2020.

Wimboh menjelaskan saat ini likuiditas perbankan dapat terjaga karena adanya sinergi kebijakan yang dikeluarkan para regulator baik dari keuangan, moneter, dan sektor riil.

Bank Indonesia telah sepakat untuk menurunkan berbagai kebijakan moneter dan fiskal, Giro Wajib Minimum (GWM) serta melakukan spending yang agresif melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Likuiditas jadi cukup di perbankan," ucapnya.

Sementara itu bila dilihat dari berbagai indikator lainnya, likuiditas perbankan terjaga karena peningkatan dana pihak ketiga sebesar 12,8 persen dan kredit bermasalah (NPL) berada di level 3,15 persen.

Kemudian, loan to deposit ratio sebesar 83,16 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) perbankan sebesar 23,16 persen.

Menurutnya, ketahanan tersebut harus dijaga mengingat pandemi covid-19 belum usai.

"Kami berikan catatan bahwa ketahanan ini tentunya apakah kita bisa pertahankan ke depan? Sangat tergantung seberapa covid ini bisa kita atasi," pungkasnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar