OJKperbankan

OJK Catat Penurunan Kredit Perbankan 0,14%

( kata)
OJK Catat Penurunan  Kredit Perbankan 0,14%
dok Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) provinsi Lampung mencatat pada semester I 2020 menunjukkan kredit perbankan di awal masa pandemi yaitu April hingga Mei 2020 sempat mengalami penurunan yaitu masing-masing turun 0,14% pada April 2020 dan kembali menurun sebesar 1% pada Mei 2020.

Namun demikian, sejalan dengan mulai diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru dan beberapa program pemulihan ekonomi nasional, pada Juni 2020 penyaluran kredit perbankan kembali tumbuh positif meskipun masih relatif rensah yaitu 0,64%.

"Kredit bermasalah perbankan pada awal masa pandemi COVID19 (April-Mei 2020) sempat mengalami peningkatan cukup tinggi yaitu dari 2,22% per Maret 2020 menjadi 2,64% pada April  dan meningkat kembali menjadi 2,94% pada Mei 2020," terang Kepala OJK Lampung, Bambang Hermanto kepada Lampung Post, Kamis, 13 Agustus 2020.

Namun pada Juni 2020, lanjut dia, jumlah kredit bermasalah kembali menurun menjadi 2,79%. Penurunan NPL perbankan pada Juni 2020 ini menunjukkan bahwa program relaksasi baik yang diinisiasi oleh OJK maupun bekerjasama dengan pemerintah berjalan cukup efektif.

"Beberapa sektor ekonomi yang mengalami penurunan kredit cukup tinggi pada masa awal pandemi (April-Mei 2020) menurun cukup signifikan pada Mei 2020 antara lain sektor real estate, persewaan dan jasa perusahaan (-4,99%), jasa perdagangan besar dan eceran (-3,57%), jasa konstruksi (-2,85%) dan jasa transportasi,.pergudangan dan komunikasi (-2,05%)," jelas dia.

Sementara, tambah dia, sektor ekonomi yang cukup stabil dan tidak mengalami penurunan signifikan selama masa pandemu COVID-19 antara lain sektor pertanian, sektor perikanan dan sektor lapangan usaha lainnya (konsuntif).

"Berdasarkan data pelaksana relaksasi kredit perbankan per 30 Juli 2020, dari 130.596 debitur yang mengajukan restrukturisasi, tercatat sebanyak 124.490 pengajuan yang telah disetujui dengan nilai mencapai Rp6,79 triliun. Sedangkan pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di provinsi Lampung dari Rp471,33 miliar alokasi dana pada 4 Bank Himbara, OJK mencatat sebesar Rp173,48 miliar total dana teah disalurkan kepada 939 debitur atau sebesar 36,81%," papar dia.

Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung menilai stabilitas sektor jasa keuangan dalam kondisi tetap  terjaga namun dengan kewaspadaan yang terus ditingkatkan.  OJK akan terus mengoptimalkan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional melalui penguatan peran sektor jasa keuangan.

Kebijakan relaksasi baik yang diinisiasi oleh OJK berupa pemberian relaksasi kredit atau pembiayaan bagi debitur yang berdampak positif maupun yang bekerjasama dengan pemerintah melalui pemberian subsidi bunga maupun penempatan dana Tan pada bank himbara berjalan cukup efektif khususnya di Provinsi Lampung.  

Hal ini tercermin dari mulai kembali membaiknya penyaluran kredit oleh perbankan sampai dengan periode Juni 2020 yang diikuti dengan perbaikan kredit bermasalah.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar