#rutan#wayhui

OB Dipukuli dan Diduga Diminta Bayar Uang Kamar di Rutan  

( kata)
OB Dipukuli dan Diduga Diminta Bayar Uang Kamar di Rutan  
Napi berinsial OB, usai diperiksa oleh Rutan Way Hui, guna memastikan dugaan penganiayaan dan penaikan uang. (Lampost.co/ Asrul)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- OB warga Suka Jaya Tanjungkarang Barat, diduga menjadi korban penganiayaan sesama narapidana, bahkan diduga ia diminta uang untuk bayar kamar. 
 
Hal tersebut diungkapkan oleh orang tuanya Taufiq (38 tahun) saat berada di ruang jurnalis Mapolresta Bandar Lampung. 
 
Taufiq mengatakan anaknya saat ini berada di blok B 21, Rutan Way Hui. Sang anak, merupakan terpidana narkoba, dengan vonis 5 tahun 2 bulan, dan baru menjalani kurungan 1 tahun. 
 
"Anak saya, sering dimintain uang Rp50 ribu sampai Rp500 ribu untuk sewa kamar. Tarifnya Rp50 ribu itu satu hari. Jadi kalau seminggu, bisa Rp500 ribu," katanya di Mapolresta Bandar Lampung, Senin (22/4/2019). 
 
OB menjadi korban Penganiayaan sesama napi, yakni Agus Bom, Sigit, dan Apong, karena masalah hutang piutang. OB memiliki utang Rp30 juta dengan ketiga orang itu. Hutang pun sempat dicicil, hingga tersisa Rp11,5 juta, namun anaknya kerap dipukuli jika napi tersebut meminta uang bayaran. Diduga tiga napi tersebut juga dibantu oleh petugas sipir untuk menganiaya OB. 
 
"Hari ini aja anak saya lagi mau di bon mau dipukulin sama si Sigit dengan petugas juga, anak saya nge-WA, anak saya juga enggak kuat karena dianiaya terus, sampe mau bunuh diri, kalau bisa dipindahin," katanya. 
 
Taufiq pun menujukan ke awak media, percakapannya dengan sang anak, dan juga percakapan sang anak dengan para napi, via WhatsApp. 
 
Kepala Rutan Way Hui, Roni, membantah tuduhan Taufiq atas dugaan anaknya yang menjadi korban penganiayaan sesama napi dan oknum sipir, karena anaknya berinisal OB terlilit hutang. 
 
"Udah saya cek pak. Beritanya gak benar, Yang bersangkutan udah diperiksa tidak ada pemukulan. Anaknya sehat-sehat aja," ujar Roni, Senin (22/4/2019). 
 
Roni juga membantah adanya isu penarikan uang untuk sewa kamar, yakni Rp50 ribu per hari. Bahkan, OB juga sudah membuat pernyataan bahwa informasi yang beredar tidak benar. 
  
"Tidak benar itu semua pak, Orang tuanya saya minta ke rutan untuk lihat anaknya, tidak apa-apa, gak ada penarikan uang, anaknya sudah kita tanya langsung, bahkan yang bersangkutan juga sudah klarifikasi bahwa itu semua tidak benar," katanya.  
 
 
 
  
 

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar