buruhomnibuslawnunik

Nunik Ingatkan Aksi Buruh Tetap Jaga Kondusifitas dan Prokes

( kata)
Nunik Ingatkan Aksi Buruh Tetap Jaga Kondusifitas dan Prokes
FOTO: Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim menerima aspirasi para buruh di Posko Ruang Abung Gedung Balai Kratun Kantor Gubernur Lampung, Rabu, 14 Oktober 2020. 


Nunik Terima Aksi Buruh, Minta Tetap Jaga Kondusifitasan dan Prokes Covid


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung menerima peserta aksi unjuk rasa dari ratusan buruh yang menyampaikan aspirasinya di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu, 14 Oktober 2020. Para buruh tersebut tergabung dalam Federasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Provinsi Lampung.


Setelah melakukan orasi, 15 orang perwakilan buruh diminta untuk masuk di Posko Ruang Abung Gedung Balai Kratun Kantor Gubernur Lampunt untuk menyampaikan tuntutannya. Serikat buruh tersebut langsung diterima oleh Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Sekretaris Daerah Fahrizal Darminto dan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Irwan S Marpaung.


Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim mengatakan bahwa aspirasi dari para teman-teman buruh diterima secara baik. Namun yang pasti UU Cipta Kerja tersebut tetap mengatur mengenai upah minimum kabupaten/kota (UMK) masih ada, uang pesangon masih ada, setelah pekerja kontrak berakhir maka berhak mendapatkan uang kompensasi, perlindungan jaminan sosial pekerja tetap berlaku, waktu kerja tetap sesuai ketentuan, cuti haid dan cuti melahirkan atau cuti wajib masih ada dan sebagainya. Kemudian akan dibahas lebih lanjut dalam Peratuan Pemerintah (PP) sebagai turunan dari UU Cipta Kerja.


"Kami persilahkan buruh dan mahasiwa menyampaikan aspirasi. Tetapi jangan anarki, Lampung harus kondusif, protokol kesehatan pencegahan covid-19 juga diperhatikan untuk mengurangi penularan covid-19. Jaga kesehatan dan keselamtan diri," kata Nunik


Sementara itu Koordinator Aksi dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Provinsi Lampung, Yuce Hengki mengatakan bahwa pihaknya menyampikan beberapa tuntutan terkait UU Cipta Kerja seperti transparansi UU Cipta Kerja, Ketenagakerjaan, prinsip keadilan, perlindungan hak-hak normatif, kebebasan berserikat, dan sebagainya. Ia mengatakan dirinya bersama teman-teman menyampaikan aspirasi agar pemerintah menerima dan meperjuangkan aspirasi tersebut.


"Kami berharap apa yang kami sampaikan bisa diterima dan diakomodir oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Kami juga akan menunggu hasilnya seperti apa, kami akan ikuti terus," katanya. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar