#radikalisme#terorisme

NU Tubaba Sambut Baik Instruksi Kapolda Gandeng Kiai Kampung

( kata)
NU Tubaba Sambut Baik Instruksi Kapolda Gandeng Kiai Kampung
Kegiatan Da'i Kamtibmas Polres Tubaba di Pondok Pesantren Tarbiyah Asuniah Murni Jaya kecamatan Tumijajar. Dok


Panaragan (Lampost.co) --- Instruksi Kapolda Lampung Irjen Pol. Drs. Hendro Sugiatno kepada seluruh jajarannya agar menggandeng para kiai kampung untuk mencegah berkembangnya paham radikal dan intoleran yang bermuara pada aksi terorisme mendapatkan respons positif dari kalangan ulama, khususnya di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tubaba, Himam Sapi'i menilai kebijakan tersebut sangat tepat, namun harus jelas kriteria siapa kiai kampung yang dimaksud.

"Menurut kami, kiai kampung adalah mereka yang mengajarkan faham Islam sebagai agama yang rahmatan lil'alamin, yang merahmati seluruh alam. Hal ini yang menjadikan agama ini berkembang di seluruh dunia, bahkan kini diminati di benua Eropa dan Amerika," ujarnya, Minggu, 11 April 2021. 

Baca: Polres Tubaba Bentuk Dai Kamtibmas untuk Cegah Radikalisme

 

Secara umum, PCNU Kabupaten Tubaba mendukung kebijakan Kapolda. Perkembangan Islam tidak lepas dari keluwesan para penerus risalah yang mengadopsi kearifan lokal dengan tidak merubah prinsip-prinsip dasar agama. 

"Yang membedakan adalah pemahamannya ke arah  sesuai dengan pemahaman dan dialek di masing-masing daerah. Dengan begitu agama berkembang sejalan dengan budaya yang ada dan tentunya mengikuti kondisi setempat baik dalam kekuasaan maupun kebudayaan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Lampung berkunjung ke Tubaba bertemu dengan para da'i. 

"Pesan Kapolda dengan Polres dan jajarannya untuk selalu menggandeng kiai-kiai kampung melalui da'i Kamtibmas. Karena menurut beliau kiai-kiai inilah yang hatinya masih lurus," kata Katib Syuriyah PCNU Tubaba Ustaz Mahsun Ali Maksum.

Kiai kampung yang dimaksud bukan hanya da'i Kamtibmas yang ditetapkan kepolisian, akan tetapi, menurut Maksum, adalah semua tokoh agama yang memiliki jema'ah.

"Da'i yang memiliki kewajiban sama dengan da'i yang di-SK-ka," kata dia.

" Da'i Kamtibmas yang sudah diSK-kan baru 51 orang, kegiatan yang sudah kita lakukan adalah gabungan dengan kasat Intel kunjungan ke beberapa sekolah. Karena kepolisian tidak mampu atau tidak didengar kalau menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan masalah intoleran, radikalisme, jadi harus melalui da'i da'i Kamtibmas, kyai-kyai Kampung yang langsung bersentuhan dengan masyarakat," pungkasnya. Rin

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar