#lampung#spbu

Nosel SPBU Kembahang Disegel karena Lampaui Ambang Batas

( kata)
Nosel SPBU Kembahang Disegel karena Lampaui Ambang Batas
Petugas Dinas Koperindagpas Lambar saat mengecek penakar minyak SPBU di Kembahang.Dok Dinas Koperindagpas


Liwa (Lampost.co) -- Dua alat penakar BBM di SPBU Kembahang, Batubrak, Lampung Barat, disegel tim Dinas Koperindagpas setempat, Selasa, 17 Desember 2019. Penyegelan dilakukan karena kekurangan takaran melebihi ambang batas yang ditetapkan pemerintah.

Kabid Perdagangan Dinas Koperindagpas Lambar Sri Hartati mendampingi Kadis Hikami mengatakan pengecekan pengisian bahan bakar minyak di SPBU Kembahang dan SPBU Sukau dalam rangka perlindungan kepada konsumen menjelang Natal dan Tahun Baru. Hasilnya, kata dia, di SPBU kembahang dari 15 nosel yang diperiksa, pihaknya menemukan dua di antaranya tidak sesuai dengan ambang batas. Kedua nosel itu langsung disegel.

"Setelah diperiksa di SPBU Kembahang kami menyegel dua nosel atau alat pengukur bahan bakar minyak, yaitu satu nosel Pertamax dan satu Pertalit," kata Sri.

Kedua nosel itu disegel karena ukuran minyak yang dikeluarkan dalam 20 liter terdapat kekurangan yang melebihi ambang batas yang ditetapkan pemerintah. Adapun ambang batas yang ditetapkan pemerintah yaitu maksimal 100 mm/20 liter.

Sementara hasil pengecekan terdapat kekurangan hingga mencapai 130—150 mm/20 liter yang terjadi pada dua nosel tersebut. "Pada nosel satu kekurangannya hingga mencapai 130 mm/20 liter dan satu lagi kekurangannya mencapai 150 mm/20 liter. Kekurangan takaran ini tentu telah melebihi ambang batas yang ditetapkan pemerintah maksimal 100 mm/20 liter," ujarnya.

Dia menjelaskan terkait hal ini pihaknya dalam waktu secepatnya akan menera ulang alat penakar minyak di SPBU yang ditemukan kekurangannya telah melebihi ambang batas itu. Terjadinya kekurangan hingga melebihi ambang batas itu bisa disebabkan endapan atau kotoran yang mengendap pada alat takar minyak pada mesinnya.

"Itu bisa saja karena banyaknya endapan kotoran yang terjadi di dalamnya. Pada Agustus lalu di sana juga telah ditera tapi tidak ada masalah," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan menera ulang alat takar pada dua mesin nosel di SPBU Kembahang tersebut. Pengelola SPBU juga siap alatnya ditera ulang.

Sementara untuk SPBU di Sukau, kata dia, proses pemeriksaan masih berlangsung sehingga belum diketahui hasilnya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar