#normalisasisungai#pengerukansungai#beritalamsel

Normalisasi Sungai di Lamsel Hanya Janji Tak Pasti

( kata)
Normalisasi Sungai di Lamsel Hanya Janji Tak Pasti
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

KALIANDA (Lampost.co) -- Dinas Perikanan Lampung Selatan meminta kepada para petambak udang dan ikan bandeng di Dusun Parit 8 dan 9, Desa Berundung, Kecamatan Ketapang, Lamsel menggunakan Dana Desa (DD), jika tidak menyalahi aturan terkait upaya normalisasi sungai atau parit yang mengalami pendangkalan pada musim kemarau ini.

Sekretaris Dinas Perikanan Lampung Selatan Dwi Jatmiko, mengatakan pada tahun 2019 ini pihak Dinas Perikanan Lampung Selatan tidak memiliki anggaran (DAK) untuk melakukan normalisasi. "Dulu pernah ada. Tapi, tahun ini tidak ada. Maka, kalau bisa memanfaatkan DD," katanya, Senin, 7 Oktober 2019.

Berdasarkan informasi yang dhimpun Lampost.co, sejak 6 bulan terakhir, para petani tambak udang tradisional di Dusun Parit 8 dan 9, Desa Brundung, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, sudah tidak lagi beraktivitas mengelola tambaknya.

Hal ini sejak setengah tahun 2019,  lahan tambak tradisional para petani udang dan ikan bandeng itu, mengalami kekeringan cukup parah.

Dimana, para petani tambak tradisional tersebut mengandalkan pasokan air dari laut. Namun,  kini aliran sungai atau parit mengalami pendangkalan. Sehingga,  aliaran air tidak dapat menjangkau petakan-petakan tambak milik petani di desa setempat.

Darwis, salah seorang petani tambak udang tradisional di Desa Brundung mengatakan kekeringan lahan sejak terjadinya pendangkalan parit itu mencapai sekitar 200 hektar lahan tambak milik masyarakat.

Dia berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lampung Selatan dan Dinas Perikanan Lamsel dapat melakukan normalisasi sungai atau parit. Sehingga, air laut dapat mengalir dan selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh para petambak.

"Biasanya, tiap 5 tahun sekali sungai atau parit  itu dilakukan normalisasi. Sehingga, aliran air laut lancar. Tapi, sudah 6 tahun ini tidak ada upaya normalisasi parit. Jadi, petakan-petakan tambak milik  masyarakat mengalami kekeringan. Bahkan, aliran parit di arah tambak warga pun kering dan dipenuhi lumpur," katanya, Senin, 7 Oktober 2019.

Dia pun menambahkan, masyarakat sempat dijanjikan oleh pihak Dinas PUPR Lampung Selatan yang akan menormalisasi parit pada tahun 2018 silam dan sempat dilakukan pengukuran. Namun, hingga kini upaya normalisasi itu cuma menjadi janji tak pasti.

"Kita sudah melaporkan kondisi ini ke pihak kecamatan dan desa. Tapi, kami suruh buat proposal. Ya namanya orang desa yang awam, kami nggak terlalu paham soal itu. Harapan kami pemerintah hadir menjawab keluhan masyarakat," jelasnya.

Juwantoro



Berita Terkait



Komentar