#kearifanlokal#gotongroyong

Nilai Kearifan Lokal Hindarkan dari Konflik Sosial

( kata)
Nilai Kearifan Lokal Hindarkan dari Konflik Sosial
Forum Keserasian Sosial Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat menggelar pertemuan tematik II di LKS Bina Sejahtera desa setempat, Jumat, 27 Desember 2019. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Nilai-nilai kearifan lokal perlu terus dibangkitkan dalam menciptakan masyarakat yang jauh dari konflik sosial sehingga bisa hidup berdampingan. Dengan demikian, akan tercipta keharmonisan dalam keberagaman.  

Hal itu menjadi tujuan dari kegiatan pertemuan tematik II yang digelar Forum Keserasian Sosial (FKS) Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, di Kantor LKS Bina Sejahtera, Jumat, 27 Desember 2019. Ketua FKS Desa Rejomulyo, Sutrisno mengatakan pertemuan tematik itu merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan dengan tujuan membangkitkan kegotongroyongan di kalangan masyarakat setempat.

"Bukan hanya itu, pertemuan ini juga untuk membangkitkan nilai-nilai kearifan lokal dalam menciptakan masyarakat jauh dari konflik sosial. Artinya, kegiatan ini untuk membangun masyarakat yang harmonis dan bersatu saling menjaga kekompakan dan menumbuhkan harmonis dalam keberagaman dalam mencegah perselisihan pemahaman di tengah masyarakat," katanya.

Menurut dia, dengan pertemuan tematik itu diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam mengisi pembangunan dengan meningkatkan kegotongroyongan. Sebab, dengan gotong royong semua akan lebih ringan tanpa ada perselisihan.

"Kemudian dengan kearifan lokal diharapkan kehidupan masyarakat akan menjadi lebih tenteram dan damai tanpa adanya konflik di lingkungan masyarakat. Mudah-mudahan dengan adanya pertemuan tematik ini dapat menyatukan masyarakat setempat," kata dia.

Sementata itu, Sutomo (43), salah satu warga Desa Rejomulyo, mengatakan bersama masyarakat lainnya mengucapkan terima kasih dengan adanya pertemuan tematik tersebut. Sebab, kini kegotongroyongan masyarakat semakin meningkat.

"Bukan hanya itu, dengan adanya pertemuan tematik itu kini kearifan lokal mulai tercipta di lingkungan desa. Mudah-mudahan juga lingkungan kami jauh dari konflik sosial," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar