ekonomilampunginflasiBPSimpor

Nilai Impor Lampung Turun 8,32 Persen Pada Oktober 2020

( kata)
Nilai Impor Lampung Turun 8,32 Persen Pada Oktober 2020
Ilustrasi. Dok. MI


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Nilai impor Provinsi Lampung pada Oktober 2020 mencapai 129,75 juta dolar AS atau mengalami penurunan sebesar 11,77 juta dolar AS. Nilai ini turun 8,32 persen dibanding September 2020 yang tercatat 141,52 juta dolar AS.

Nilai impor Oktober 2020 tersebut lebih rendah 98,70 juta dolar AS atau turun 43,20 persen jika dibanding Oktober
2019 yang tercatat 228,44 juta dolar AS.

"Dari sepuluh golongan barang impor utama pada Oktober 2020, enam diantaranya mengalami penurunan, masing-masing adalah gula dan kembang gula turun 19,83 persen; binatang hidup turun 30,88 persen; mesin-mesin pesawat mekanik turun 37,66 persen; besi dan baja turun 9,02 persen; bahan kimia organik turun 37,52 persen; dan berbagai produk kimia turun 19,14 persen," ungkap dia.

Adapun golongan barang impor utama yang mengalami peningkatan adalah ampas/sisa industri makanan naik 7,83 persen; biji-bijian berminyak naik 1.376,51 persen; berbagai barang logam dasar naik 47,26 persen; serta gandum-ganduman naik 1.525,62 persen.

"Kontribusi sepuluh golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada Oktober 2020 mencapai 53,18 persen. Rincian diantaranya gula dan kembang gula 14,90 persen; binatang hidup 12,98 persen; ampas/sisa industri makanan 9,45 persen; biji-bijian berminyak 9,06 persen; berbagai barang logam dasar 1,55 persen; mesin-mesin/pesawat mekanik 1,20 persen; gandum-ganduman 1,18 persen; besi dan baja 1,10 persen; bahan kimia organik 1,01 persen; dan berbagai produk kimia 0,74 persen," papar dia.

Nilai impor menurut penggunaan barang pada Oktober 2020 dibanding September 2020 untuk barang modal turun sebesar 35,95 persen dan bahan baku/penolong turun 8,10 persen, sedangkan barang konsumsi naik 8,88 persen. Jika dibandingkan dengan Oktober 2019, barang konsumsi turun 36,50 persen, barang modal turun 95,73 persen, dan bahan baku/penolong turun 36,18 persen.

"Nilai impor menurut penggunaan barang selama Januari-Oktober 2020 dibandingkan selama Januari-Oktober 2019, terlihat bahwa nilai impor barang modal, bahan baku/penolong, dan barang konsumsi mengalami penurunan masing-masing sebesar 66,89 persen, 55,55 persen, dan 6,25 persen," ungkapnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar