#UMKM#BERITAPESISIRBARAT

Nilai BPUM 2021 di Pesisir Barat Lebih Kecil Ketimbang 2020

( kata)
Nilai BPUM 2021 di Pesisir Barat Lebih Kecil Ketimbang 2020
Ilustrasi:Medcom.id


Krui (Lampost.co) -- Nilai Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk para pelaku usaha kecil atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pesisir Barat tahun ini lebih kecil ketimbang tahun lalu. 

Kabid Koperasi dan UMKM Diskoperindag Kabupaten Pesisir Barat, M Irsyad, mengatakan, pada 2020 penerima BPUM sebesar Rp2,4 juta untuk tiap pelaku UMKM sedangkan pada 2021 sebesar Rp1,2juta untuk tiap  penerima manfaat . Pihaknya menerima sekitar 2.000  berkas usulan dari masyarakat yang berharap mendapat bantuan tersebut di tahun ini. Pada 2020, kata dia, ada sekitar 4.000 berkas yang diusulkan oleh masyarakat untuk menjadi penerima BPUM.

"Kewenangan kapasitas kami di sini hanya menerima usulan dari masyarakat. Berkas yang yang telah memenuhi persyaratan kemudian kami input untuk dilaporkan kepada pemerintah pusat. Mereka yang menentukan jumlah dan siapa yang akan menerima bantuan itu. Sebab uang bantuan itu langsung masuk rekening penerima melalui bank BRI. Jadi, kami tidak tahu ada berapa orang yang menerima bantuan itu pada 2020. Tugas kami hanya sebatas menerima dan mengusulkan," kata Irsyad di ruang kerja, Selasa, 13 April 2021.

Menurutnya, untuk orang orang yang mendapat bantuan tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab peratin (kepala desa)di pekon masing-masing. Kemudian, pihaknya akan menerima berkas itu diantaranya surat keterangan usaha yang dikeluarkan dan ditandatangani peratin. Kalaupun terjadi manipulasi data, kata dia, hal tersebut sepenuhnya tanggung jawab peratin.

"Para peratin di pekon-pekon merupakan orang  yang menjadi ujung tombak data menentukan siapa orang yang akan  menjadi penerima bantuan ini.  Bisa saja terjadi seperti itu, tetapi beban tanggung jawabnya ada di peratin. Karena peratin yang menandatangani dan mengeluarkan  surat keterangan usaha tersebut. Kami di sini menerima data itu kalau syarat-syarat sudah terpenuhi, kami input, dan kirim ke pusat," kata Irsyad. 

Hingga kini sekitar 2.000  orang sudah mendaftarkan diri menerima bantuan. Namun, pihaknya belum melakukan input data. Usulan atau pendaftaran penerima BPUM tersebut ditunggu hingga September 2021.  Adapun persyaratannya yaitu surat keterangan usaha yang ditanda tangani peratin, fotokopi KTP, nomor ponsel, dan kartu keluarga (KK).

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar