#ramadan#tafsir#peringatanAllah

Nikmat dan Peringatan Allah

( kata)
Nikmat dan Peringatan Allah
Quraish Shihab. MI


TAFSIR al Misbah episode 2 membahas Surah Az-Zukhruf Ayat 11—20. Ayat 11 berbicara tentang nikmat Allah menciptakan bumi dan sebagainya. 
Dan Dia juga yang menurunkan dari langit air (hujan) dengan kadar tertentu. Allah sebar luaskan air itu untuk menghidupkan negeri yang mati (kawasan yang gersang).
"Dia yang menurunkan air dari langit menurut kadar lalu Kami hidupkan air itu di negeri yang mati seperti itulah kamu akan dikeluarkan dari dalam kubur.”
Dalam ayat tersebut, dikatakan ada Dia yang mengacu pada Allah yang tanpa bantuan manusia mengatur turunnya hujan, lalu ada Kami yang berarti diperlukan keterlibatan manusia untuk menyebarkan tumbuhan. Selain itu, juga dalam ayat ini dikatakan manusia akan dihidupkan kembali dari dalam kubur seperti benih yang ada di bawah tanah. 

ADAPUN Ayat ke-12 surah ini, selain memberikan nikmat berupa hujan, Allah juga menciptakan segala hal dengan berpasang-pasangan. “Dia juga yang menciptakan semua berpasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi”. 
Dalam kehidupan segalanya berpasangan, laki-laki dengan perempuan, rasa senang dengan susah, serta baik dan buruk. Semua Allah ciptakan supaya bekerja sama dan saling menyempurnakan. Dilanjutkan pada Ayat ke-13 yang berbunyi "Supaya kamu duduk di punggung-punggung (binatang ternak yang telah Allah ciptakan), maka ingatlah nikmat Tuhan dan berucap, ‘Maha Suci Allah yang maha menundukkan ini untuk kami sebelum tidak mampu menguasainya'”.
Ayat itu menjelaskan Allah menundukkan alam raya untuk manusia, kalau tidak ditundukkan oleh Allah, manusia tidak bisa melakukannya sehingga ada keterlibatan Tuhan dalam segala hal dan manusia patut bersyukur. Dikatakan pada Ayat ke-14, “Sesungguhnya kami kembali pada Tuhan kami”.
Setelah dijabarkan nikmat-nikmat Allah, pada Ayat ke-15 surah ini dikatakan Allah tidak menyukai manusia yang ingkar. “Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia benar-benar pengingkar”. 
Penafsiran dari ayat ini ialah orang-orang musyrik yang tidak percaya Tuhan menjadikan ada bagian Tuhan dari apa yang sudah diciptakan. Ada manusia yang menyatakan anak Tuhan, sungguh manusia ini sangat mengingkari kebenaran yang nyata karena Allah tidak mempunyai keturunan.
Adapun Ayat ke-16 disebutkan manusialah yang mempunyai keturunan. Dari keturunan itu, anak perempuan ataupun laki-laki derajat sama dalam Islam. Disebutkan pada masa jahiliah, ada bangsa yang lebih suka anak laki-laki. “Patutkah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan dia mengkhususkan buat kamu anak laki-laki”. 
Dilanjutkan pada Ayat 17, “Padahal apabila salah seoarang di antara mereka diberi kabar gembira dengan telah lahir anak perempuan, muka mereka menjadi hitam pekat dan sedih”. Ayat ke-18 dan 19 juga membahas hal yang sama.
Inti dari surah ini adalah Allah telah mengatur turunnya hujan untuk kemaslahatan manusia, kalau tidak terjadi sesuai kemaslahatan, itu terjadi karena ulah manusia penyebab. Allah juga membangkitkannya dari kubur, menciptakan sesuatu berpasangan-pasangan agar saling melengkapi dan hanya Tuhan yang tidak berpasangan. Manusia dianjurkan berdoa untuk mengendarai kendaraan, manusia tidak mampu mengendalikannya atas izin Allah dan kedudukan anak perempuan serta laki-laki setara. 
 

MI

Berita Terkait

Komentar