#Politik#DPDWanitaSyarikatIslam(WSI)#DKIJakarta#NidaliaDjohansyahMakki

Nidalia Djohansyah Makki, Dilantik Jadi Ketua Wanita Syarikat Islam DKI

( kata)
Nidalia Djohansyah Makki, Dilantik Jadi Ketua Wanita Syarikat Islam DKI
Pelantikan pengurus DPD Wanita Syarikat Islam (WSI) DKI Jakarta di Balai Kota DKI, Kamis (14/12/2017). Dok. DPD WSDI DKI Jakarta

JAKARTA (lampost.co) -- Nidalia Djohansyah Makki, aktivis dan politikus asal Lampung, dilantik menjadi ketua DPD Wanita Syarikat Islam (WSI) DKI Jakarta di Balai Kota DKI, Kamis (14/12/2017). Nidalia dilantik Ketua Umum DPP WSI, Valina Singka Subekti.
Nidalia didampingi Sekretaris Neneg Sobibaru, dan bendahara Khurmaidah Alimin serta jajaran pengurus dengan berbagai bidang.
Acara pelantikan dihadiri Ketua Pengurus DPP Syarikat Islam SI, Andrinof Chaniago, Gubernur DKI Anies Baswedan, dan Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arief.
Valina Singka mengatakan Wanita Syarikat Islam merupakan ormas perempuan tertua di Indonesia berdiri pada tahun 1918 di Garut dengan nama Syarikat Siti Fatimah. Kelahirannya tidak dapat dipisahkan dari SDI dan SI. Sudah turut seta dalam Kongres Wanita Indonesia pertama tahun 1928 di Yogyakarta dan turut berjuang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
WSI juga merupakan  organisasi sosial kemasyarakatan yangbergerak dalam bidang sosial dakwah pendidikan dan penguatan ekonomi umat peduli. "Untuk itu fokus program WSI saat ini adalah membangun ketahanan keluarga, penguatan ekonomi umat, dan penguatan perempuan dalam politik," kata Valina. 

Nidalia Djohansyah Makki, aktivis dan politikus asal Lampung, dilantik menjadi ketua
DPD Wanita Syarikat Islam (WSI) DKI Jakarta. Dok. DPD WSDI DKI  Jakarta


Ketua SWI DKI, Nidalia Djohansyah Makki, mengatakan WSI DKI Jakarta berkomitmen untuk turut membantu Pemerintah DKI Jakarta menyelesaikan berbagai masalah sosial kemasyarakatan.
Masalah kemiskinan, kekerasan seksual, dan tindak kriminal pemerkosaan yang menimpa perempuan dan anak-anak, masalah KdRT, narkoba, dan minuman keras adalah beberapa hal yang akan menjadi perhatian WSI DKI Jakarta.
Sebab itu, WSI DKI mendukung untuk segera dibahas RUU perlindungan terhadap kekerasan seksual dan RUU tentang ketahanan keluarga. WSI DKI Jakarta juga mengusulkan kepada pemerintah untuk mengeluarkan Perda Cuti Hamil ibu yang baru melahirkan dari tiga bulan menjadi minimal enam bulan.
"Tujuannya supaya kaum ibu dapat mendampingi tumbuh kembang bayi dan memberikan ASI eksklusif kepada putera-puterinya supaya dapat  dihasilkan anak-anak yang cerdas sehat fisik mental menjadi gnerasi penerus bangsa," kata Nidalia.
Dalam bidang penguatan ekonomi umat, WSI DKI akan bermitra dengan Pemerintah DKI.  Dalam bidang penguatan politik perempuan WSI DKI akan melaksanakan pelatihan kepemimpinan kepada masyarakat agar mereka dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan di DKI. 

Hesma Eryani



Berita Terkait



Komentar