#uangpalsu#upal#peredaranuangpalsu

Nenek Pedagang di Pasar Untung Suropati Jadi Korban Peredaran Uang Palsu

( kata)
Nenek Pedagang di Pasar Untung Suropati Jadi Korban Peredaran Uang Palsu
Pedagang di Pasar Untung Suropati menunjukkan uang pecahan Rp100 ribu yang palsu. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Peredaran uang palsu (upal) semakin marak di kalangan masyarakat menengah ke bawah di Bandar Lampung. Kebanyakan para pelaku menyasar pedagang kecil dan asongan, mulai anak-anak, hingga orang tua.

Peredaran uang palsu kali ini menyasar para pedagang di Pasar Untung Suropati, Labuhanratu, Bandar Lampung, Minggu, 18 September 2022. Arizal, salah satu pedagang, mengatakan beberapa rekannya dalam sebulan terakhir tertipu oleh pengedar uang palsu.

"Di pasar sini sering juga ada yang tertipu uang palsu, rata-rata yang kena pedagang kecil yang sudah tua atau anak-anak," ujarnya.

Baca juga: Miliki Sabu, Pria Asal Way Jepara Diringkus Polisi 

Dia menambahkan terakhir pedagang kue bernama Nurhayati yang berumur sekitar 60 tahun menerima uang palsu dari pembelinya. "Kamis kemarin ada nenek-nenek datang ke sini minta liatin uangnya seratus ribu, palsu apa enggak. Pas saya cek palsu karena hologram BI-nya enggak jelas," katanya.

Dia menyebutkan berdasar penuturan Nurhayati seorang pria sekitar berumur 30 tahun lebih mengendarai sepeda motor dan membawa kandang ayam datang membeli berbagai jenis kue ringan. "Cerita nenek itu, habislah dia belanja Rp10 ribu. Kemudian pelaku ngasih uang 100 ribu, terus nenek itu mengembalikan Rp90 ribu dan lelaki itu langsung pergi," ujarnya.

Setelah mengetahui uangnya palsu, nenek tersebut langsung menangis karena dia bingung mau setoran ke pemilik kue bagaimana.

"Akhirnya kami patung sama toko sebelah, lima puluh ribu buat nenek tersebut. Nenek itu sering di sisi bawa sangkek merah," katanya.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra mengatakan pihaknya sudah mendapatkan info pedagang mendapatkan uang palsu. Saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait peredaran uang palsu di Bandar Lampung.

"Kami masih lakukan penyelidikan, minta keterangan warga, ciri-ciri pelaku untuk segera menangkapnya," katanya.

Sebelumnya, peredaran uang palsu juga memakan korban pedagang kue keliling di Kemiling, Bandar Lampung. Kemudian bocah penjual keripik juga ditipu dengan uang pecahan Rp 100 ribu di Jalan Z.A Pagar Alam Bandar Lampung.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar