#kapalhilang#kmemj7

Nenek Muanah Yakin Sang Cucu dan Kru KM EMJ 7 Selamat

( kata)
Nenek Muanah Yakin Sang Cucu dan Kru KM EMJ 7 Selamat
Nenek Muanah saat menunjukkan cucu kesayangannya, Senin, 30 Agustus 2021. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Muanah (70) mengaku sedih saat memandangi foto cucu kesayangannya, Wahyu Aditya Pratama (19), salah satu anak buah kapal (ABK) KM EMJ 7 yang hilang kontak di perairan Ujungtanjung Belimbing, Pesisir Barat. Pasalnya, hingga saat ini ia belum mendapatkan kabar lebih terang.

Setiap pagi, Muanah duduk di depan pintu rumah yang berukuran sekitar 3x7 meter. Sesekali ia mengingat kebiasaan bercanda ria bersama sang cucu di tempat tersebut.

Muanah menceritakan, Wahyu kecil sering tidur bersamanya. Bahkan waktu masih sekolah, dia sering meminta uang jajan untuk keperluan membeli paket internet. 

"Sering minta uang katanya buat beli paket untuk belajar, selalu nenek kasih karena rezeki nenek buat dia. Sekarang cuma bisa mengenang masa lalu itu," katanya, Kamis, 2 September 2021. 

Baca: Ketika Nenek Muanah Duduk Bermenung Menanti Cucu Kesayangan yang Hilang Kontak

 

Wahyu merupakan anak dari Agus Zainudin dan Herawati. Sejak kepergian pada Rabu, 11 Agustus 2021, ia tak lagi pernah berkabar kepada keluarga. 

Menurut penuturan Muanah, Wahyu nekat berlayar karena ingin meringankan beban orang tuanya yang hanya bekerja sebagai pengantar galon dan buruh cuci keliling. 

"Nenek kasihan sama dia, udah dilarang, masih tetep kekeh berlayar," katanya.

Rumah Muanah berada di Jalan Pangeran Emir M Noer, Gang Camar, RT 14 LK II, Pengajaran, Telukbetung Utara, Bandar Lampung. Dari rumahnya yang sederhana, Muanah sekeluarga mengaku selalu berdoa sembari menantikan kabar dan kedatangan Wahyu yang diyakini masih selamat.

"Nenek yakin, Wahyu selamat. Setelah salat pasti nenek doa buat cucu (Wahyu) baik-baik saja. Setiap bangun tidur selalu ingat dia, kasihan orang tuanya nangis terus. Bahkan kami sempat pingsan waktu itu mendengar kabar dia hilang kontak," katanya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar