#nelayan#gelombangtinggi#cuaca

Nelayan Pesisir Lamsel Takut Melaut

( kata)
Nelayan Pesisir Lamsel Takut Melaut
Nelayan di Desa Waymuli Timur tengah membetulkan tali pengikat perahu yang sedang sandar, Rabu, 8 Desember 2021. lampost.co/Rustam E


Kalianda (Lampost.co) -- Nelayan di Pesisir Lampung Selatan terpaksa tidak melaut akibat cuaca ekstrem yang tengah melanda di perairan Selat Sunda.

Berdasarkan pantauan lampost.co, gelombang tinggi disertai angin kencang di laut pesisir dan Kalianda membuat sejumlah nelayan lebih memilih tidak melaut. Nelayan khawatir dampak buruk akan menimpa mereka jika tetap nekat melakukan aktivitas melaut.

Udin (38), salah seorang nelayan di Desa Waymuli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, mengaku sudah satu bulan tidak pergi melaut akibat cuaca bururk, sementara kebutuhan keluarga tetap harus terpenuhi. Akibatnya mereka kebingungan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 

"Sudah lebih dari satu bulan tidak ada pemasukan, mau nekat melaut takut juga karena cuacanya lagi begini," katanya, Rabu, 8 Desember 2021. 

Hal yang sama dikatakan Supardi (42) nelayan lainnya. Menurutnya, saat ini meskipun nekat sesekali pergi melaut tapi hanya di seputaran pinggir pantai dengan menggunakan perahu kecil. 

"Karena saya harus mendapatkan pemasukan untuk kebutuhan keluarga, ya saya hanya berani mencari ikan di dekat-dekat pantai saja," katanya. 

Para nelayan berharap pemerintah setempat dapat memberikan solusi dan membantu para nelayan pada masa cuaca buruk. Pasalnya nelayan banyak menganggur selama cuaca ekstrem. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar