#beritalampung#beritalamsel#bbm

Nelayan Kabupaten Pesawaran Mulai Merasakan Dampak Kenaikan Harga BBM

( kata)
Nelayan Kabupaten Pesawaran Mulai Merasakan Dampak Kenaikan Harga BBM
Ilustrasi nelayan. Dok/Pixabay


Pesawaran (Lampost.co): Sejumlah nelayan yang berada di pesisir Kabupaten Pesawaran merasakan dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Raudin salah satu nelayan warga Desa Durian, Kecamatan Padangcermin, mengatakan pasca kenaikan harga BBM para nelayan terkena imbas, karena ada biaya tambahan ketika nelayan melakukan aktivitas tangkap ikan dengan menggunakan kapal. 

"Sangat berdampak, karena setiap kami ingin berangkat mencari ikan menggunakan BBM. Sedangkan biaya pengeluaran berbanding terbalik dengan hasil tangkapan ikan yang tidak menentu. Kemudian harga jualnya juga tidak sepadan," ujarnya, Selasa, 13 September 2022.

Baca juga: Kelangkaan Tambah Derita Warga Lampura Usai Penaikan Harga

Dia mengatakan selain keberatan dengan kenaikan harga BBM, banyak nelayan yang mengalami kesulitan memperoleh BBM, padahal BBM menjadi salah salah satu modal utama untuk operasional dalam melaut.

"Dengan kondisi seperti ini, para nelayan menjadi kesulitan melaut. Mau kita naikan harga ikannya daya beli masyarakat berkurang, karena hasil tangkapan kita ini hanya dijual kepada masyarakat sekitar desa saja," ujar dia.

"Dalam sehari para nelayan yang menggunakan bagan bisa menghabiskan 60 liter solar, sedangkan para nelayan yang menggunakan kapal kecil menghabiskan 5-10 liter pertalite saat mencari ikan ke tengah laut," lanjut dia.

Dirinya mengatakan sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah yang spesifik bagi para nelayan yang ada di Kabupaten Pesawaran.

"Kalau bantuan bagi nelayan memang belum ada. Harapan kami agar pemerintah dapat memberikan bantuan, sehingga bisa meringankan beban para nelayan. Kemudian kami berharap juga ada pom bensin di daerah pesisir yang menjual BBM hanya untuk para nelayan," katanya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar