#CUACAEKSTREM#BERITALAMPUNG

Nelayan di Perairan Lampung Diimbau Tidak Melaut

( kata)
Nelayan di Perairan Lampung Diimbau Tidak Melaut
Puluhan kapal nelayan terparkir di dermaga PPI Lempasing. MTVL/ Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) — Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Panjang - Bandar Lampung, Andi Cahyadi, mengimbau, nelayan perairan Lampung yang menggunakan perahu kecil tidak melaut hingga tiga hari ke depan. Menurutnya, pada 6 April 2021 merupakan puncak kecepatan angin yang mengakibatkan tingginya gelombang laut wilayah Perairan Lampung.

“Sebelumnya kami turut berduka cita atas apa yang menimpa saudara-saudara di NTT. Untuk teman-teman nelayan dengan perahu kecil, diimbau untuk tidak melaut karena dalam tiga hari ke depan kemungkinan terjadi cuaca buruk dan hujan lebat disertai angin kencang,” ujarnya usai menjadi pembicara sekolah lapang cuaca nelayan di Aula KUD Mina, PPI Lempasing, Senin, 5 April 2021.

Andi mengatakan BMKG pusat telah merilis bahwa wilayah perairan selatan dan barat Lampung akan terdampak adanya siklon tropis seroja yang saat ini menimpa Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Akibat siklon ini kemungkinan gelombang yang terjadi di perairan Lampung bisa mencapai lima meter. Ya, tiga sampai lima meter ketinggiannya,” kata dia.

Salah satu nelayan yang ada di dermaga Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Lempasing, Wahyu(34), mengatakan, gelombang tinggi yang terjadi tidak mempengaruhi jadwal melaut meski hasil tangkapan tak maksimal.

“Tetap berangkat, dari pukul 15.00 sampai dengan 05.00 WIB melaut. Kalau ditengah laut gelombang kemarin sempat satu meter-an lah,” ujarnya.

Gelombang tinggi, lanjut Wahyu, mengakibatkan sulitnya nakhoda untuk mengendalikan kapal menuju tempat berkumpulnya ikan. Namun, sebelum berlayar, ia selalu melihat prakiraan cuaca yang biasa dibagikan oleh BMKG Stasiun Maritim.

“Kalau mau berangkat lihat dulu ada angin, hujan, atau cuaca buruk. Jadi, bisa hati-hati pas di tengah laut,” kata Wahyu.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar