#uuciptakerja#omnibuslaw#uuciptaker#fri

Nasrullah Yusuf Minta Pemerintah-DPR Terbuka pada Masukan

( kata)
Nasrullah Yusuf Minta Pemerintah-DPR Terbuka pada Masukan
Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Arif Satria dan Wakil Ketua FRI Nasrullah Yusuf. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Forum Rektor Indonesia (FRI) meminta pemerintah dan DPR terbuka pada aspirasi dan masukan dari berbagai pihak terkait Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

"FRI mengeluarkan tujuh poin yang menjadi sikap menanggapi UU Ciptaker. Salah satunya,
FRI berharap pemerintah dan DPR selalu membuka diri terhadap masukan kritis dari semua pihak yang sama-sama bergerak atas dasar rasa cinta kepada bangsa Indonesia," kata Wakil FRI H.M. Nasrullah Yusuf, melalui keterangan tertulis, Minggu, 11 Oktober 2020.

Berikut tujuh sikap FRI:
1. FRI menyayangkan adanya sebagian aksi unjuk rasa yang anarkis yang telah mengganggu ketertiban masyarakat dan merusak fasilitas umum. Pada prinsipnya FRI memandang aksi unjuk rasa untuk menyalurkan aspirasi adalah hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang, namun tetap harus mematuhi ketentuan yang berlaku.

2. FRI memandang perbedaan pendapat dalam era demokrasi adalah hal yang biasa. Selanjutnya, terkait perbedaan pendapat dalam merespons UU Cipta Kerja diharapkan dapat diselesaikan melalui saluran-saluran yang konstitusional. FRI juga mengimbau semua pihak yang berbeda pendapat agar dapat menahan diri dan mengedepankan dialog secara jernih untuk mendapatkan solusi.

3. FRI mengharapkan pemerintah dan DPR selalu membuka diri untuk menampung aspirasi dan masukan-masukan kritis dari berbagai pihak yang sama-sama bergerak atas dasar rasa cinta kepada bangsa Indonesia.

4. FRI akan memberikan masukan kepada pemerintah dan DPR setelah mencermati dan menyisir UU Cipta Kerja versi final, khususnya hal-hal krusial yang menjadi perhatian masyarakat sehingga pemerintah dapat mengambil langkah-langkah solusi alternatif yang dimungkinkan
secara hukum.

5. FRI berharap proses pengesahan RUU Cipta Kerja yang menimbulkan gejolak ini dapat menjadi bahan pelajaran untuk kita semua bahwa kita harus terus memperkuat modal sosial berupa rasa saling percaya seluruh komponen bangsa.

6. FRI mengajak para akademisi dan mahasiswa untuk selalu peduli dengan persoalan bangsa dengan senantiasa mengedepankan gerakan intelektual berdasarkan akal sehat, pemahaman yang utuh, dan kajian kritis-objektif.

7. FRI mengimbau para pimpinan perguruan tinggi dan sivitas akademika untuk selalu menjaga situasi kondusif kampus agar kegiatan akademik dan pembelajaran dapat berjalan dengan baik, khususnya di masa pandemi Covid-19 ini.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar