#mui #pbnu #omnibuslaw #uuciptakerja

Naskah UU Cipta Kerja Disebar ke MUI dan PBNU

( kata)
Naskah UU Cipta Kerja Disebar ke MUI dan PBNU
Ilustrasi Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menyerahkan naskah Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Penyerahan sebagai upaya menampung aspirasi elemen masyarakat.

“Tujuannya untuk sosialisasi UU Cipta Kerja, sekaligus menjaring masukan dari pemangku kepentingan,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, saat dikonfirmasi, Minggu, 18 Oktober 2020. 

Bey menyebut penyerahan naskah omnibus law ke MUI dan PBNU sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Pratikno mendatangi langsung rumah Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj dan Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi.

Dia memastikan naskah yang diserahkan adalah versi teranyar, yakni 812 halaman. “Naskah ini yang diterima Presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara dari DPR pada 14 Oktober lalu,” ujarnya.

Menurut dia, penyerapan aspirasi diperlukan. Sebab, pemerintah tengah menyusun sejumlah peraturan pemerintah (PP) dan peraturan presiden (perpes) sebagai derifat atau aturan turunan UU Ciptaker.

“Pemerintah benar-benar terbuka terhadap masukan dari semua pihak dalam membuat peraturan-peraturan turunan,” katanya.

Dia mengatakan Pratikno telah dimandatkan menyerap aspirasi dari pihak lain. Mulai dari akademisi, organisasi masyarakat (ormas), serikat pekerja, bahkan masyarakat langsung.

“Caranya bisa melalui seminar, workshop, focus group discussion (FGD), talkshow, atau media lain yang dimiliki pemerintah termasuk media sosial,” ujarnya.

Medcom







Berita Terkait



Komentar