#ruuciptakerja#omnibuslaw#naskahfinalruuciptaker

Naskah Final RUU Ciptaker Diserahkan ke Presiden Besok

( kata)
Naskah Final RUU Ciptaker Diserahkan ke Presiden Besok
Pengesahan Cipta Kerja menjadi undang-undang dalam sidang paripurna DPR, Senin, 5 Oktober 2020. Dok.


Jakarta (Lampost.co) -- Badan Legislasi DPR memastikan akan menyerahkan naskah final Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) ke presiden, besok. Hal tersebut mengingat batas waktu maksimal tujuh hari usai DPR mengesahkan RUU Ciptaker melalui sidang paripurna.

"Iya besok akan diserahkan ke presiden," ujar Wakil Ketua Baleg dari Fraksi NasDem Willy Aditya saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2020.

Ketentuan batas waktu maksimal penyerahan naskah RUU yang sudah disahkan ke pemerintah diatur dalam Pasal 164 Tata Tertib DPR yang mengacu pada UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Berita terkait: Polemik Omnibus Law, Simpul Pertanyakan Komitmen Gubernur Lampung

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan saat ini DPR masih melakukan perbaikan redaksional RUU Ciptaker sebelum diserahkan ke presiden. Ketika sudah diserahkan ke presiden, Sufmi menyebut naskah RUU tersebut dapat dijadikan patokan bagi masyarakat dalam memahami RUU Ciptaker.

"Kami nanti akan minta itu di-upload ke website DPR. Sehingga publik bisa mengakses naskah yang asli. DPR transparan. Ngapain kita enggak buka ke publik. Ini kan UU-nya masyarakat," ujarnya.

Keberadaan naskah final RUU Ciptaker menjadi perbincangan di publik. Pasalnya, enam hari sejak disahkan DPR melalui sidang paripurna, hingga saat ini belum ada satu pun naskah RUU Ciptaker yang beredar di publik yang bisa diyakini kebenarannya.

Bahkan, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Achmad Baidowi menyebut naskah RUU Ciptaker yang sudah telanjur beredar ke masyarakat bukanlah naskah final. "Bukan (draf final), apalagi versinya beda-beda," kata Baidowi.

Media Indonesia







Berita Terkait



Komentar