#Korupsi#OTT-KPK

Nasib Wahyu Besok Setiawan Diputus Besok

( kata)
Nasib Wahyu Besok Setiawan Diputus Besok
Pelaksana tugas Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad (tengah). Foto: MI/Susanto

Jakarta (Lampost.co -- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan memutuskan pelanggaran etik Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan pada Kamis, 16 Januari 2020. DKPP akan membawa hasil sidang etik Wayhu ke rapat pleno untuk pengambilan keputusan.

"Kita berharap cepat, setelah kita sidang siang ini mudah-mudahan dalam waktu, rencananya sore ini kita akan plenokan hasil sidang itu," kata Muhammad di Kantor KPK, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.

Muhammad menjelaskan DKPP bersifat kolektif dalam mengambil keputusan. Sehingga, hasil sidang etik Wahyu harus dibawa ke rapat pleno untuk mendapat persetujuan dari seluruh pimpinan DKPP.

Di sisi lain, Muhammad menegaskan pengunduran diri Wahyu tak akan menggugurkan kewenangan DKPP dalam memeriksa Wahyu. Pasalnya, Wahyu masih berstatus anggota penyelenggara pemilu selama belum ada surat pemberhentian dari Presiden.

"Jadi, secara administrasi beliau mengundurkan diri ke Presiden. Nah, sepanjang Presiden belum menerbitkan SK, maka status WS masih komisioner KPU," kata dia.

Muhammad menjelaskan ada tiga hal yang mendasari pemberhentian anggota KPU, yakni meninggal, tak memenuhi syarat, dan diberhentikan secara tidak hormat.

"Diberhentikan secara tidak hormat salah satunya adalah melanggar sumpah janji atau kode etik," kata Muhammad.

Sidang etik DKPP bakal digelar di Kantor KPK sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam sidang tertutup itu, DKPP bakal menghadirkan KPU dan Bawaslu sebagai pelapor.

KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Wahyu pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu diduga menerima suap untuk mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan Harun Masiku.

KPK juga menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Sebelumnya, Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.

Lembaga Antirasuah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Wahyu Setiawan dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.

Kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful diduga menjadi staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar